faktual.net, Kendari, Sultra. Reses Masa Sidang ke III Tahun 2022-2023 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (DPRD Sultra) berlangsung di Sekolah Luar Biasa (SLB) Mandara pada Kamis, 5 Oktober 2023.
Sudarmanto Saeka, SE,.M.Si yang merupakan anggota Komisi IV DPRD Sultra dari Partai Nasdem mengunjungi sekolah khusus penyandang disabilitas tersebut dalam rangka berjumpa langsung dengan guru serta orang tua dari para siswa berkebutuhan khusus.
Didampingi oleh Ketua Yayasan yakni Fauzih, SE.,MM dan Kepala Sekolah (Kepsek) Endah Purbojati,.S.Pi, acara tersebut berlangsung khidmat dalam suasana kekeluargaan.
Kepsek kepada Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si menyampaikan 3 pesan penting yakni :
1. Keberadaan tenaga pengajar bagi siswa berkebutuhan khusus yang masih sangat minim. Ini disebabkan belum adanya sarjana-sarjana yang berkompetensi menangani siswa berkebutuhan khusus. Kendala lain adalah guru di SLB Mandara mayoritas non PNS, ketika mereka lulus PPPK maka penempatan mereka ditempatkan disekolah lain.
2. Para siswa di SLB Mandara mayoritas dari keluarga menengah kebawah dan ini adalah kendala tersendiri. Sekalipun siswa – siswi yang bersekolah ditempat ini gratis, tetapi mereka terkendala jarak tempuh dari rumah ke sekolah, terkendala moda transportasi.
“Semua yang bersekolah disini pak, gratis, tidak ada pungutan biaya sepeser pun”, ucap Endah kepada Sudarmanto Saeka dengan menambahkan bahwa keberadaan siswa disekolahnya mayoritas dari keluarga kurang mampu.
3. Endah juga meminta kepada Sudarmanto Saeka agar menjadikan bahan diskusi kepada para pemangku kepentingan, sebagai dasar pengambilan kebijakan bagi para penyandang disabilitas supaya di Pemilu 2024 disiapkan TPS yang ramah bagi para disabilitas.
“Kami berharap pak, minimal ada TPS yang ramah bagi disabilitas, ada kertas suara khusus bagi orang-orang tuna netra”, ucap Endah.
Ditempat yang sama, seorang guru yang juga penyandang Tuna Netra (Samsul) mengeluhkan keberadaan siswa yang membutuhkan bantuan transportasi khususnya bagi siswa yang kurang mampu dengan jarak tepuh dari rumah ke sekolah yang jauh.
“Sampai saat ini, hanya pak Sudarmanto yang berkunjung ke sekolah kami, harap sekolah ini diperjuangkan pak, minimal bisa kami dibantu untuk moda transportasi bagi anak-anak kami berupa kendaraan operasional sekolah”, harap Samsul.
Menanggapi kepala sekolah, Sudarmanto Saeka atau akrab di sapa Oom Bob berjanji bahwa semua yang menjadi aspirasi civitas akademi SLB Mandala Kendari akan dibawanya pada sidang paripurna DPRD Sultra.
Dia mengatakan bahwa semua pihak patut bersyukur karena saat ini Sekolah Luar Biasa (SLB) telah berada dinaungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra sehingga dirinya bisa leluasa untuk menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan para penyandang Disabilitas.
“Terkait penempatan PPPK, ini memang bukan hanya terjadi di SLB, tetapi juga terjadi disekolah-sekolah umum. Pengalaman kami, beberapa PPPK yang penempatannya bukan pada sekolah asalnya, berhasil kami perjuangkan agar tetap berada disekolah asalnya”, kata Sudarmanto Saeka.
Pria berambut putih yang juga berasal dari dunia pendidikan tersebut akan berjuang di Badan Anggaran DPRD Sultra agar ada sebuah regulasi yang mengatur tentang bantuan beasiswa bagi penyandang disabilitas khususnya bagi keluarga yang kurang mampu.
Dia juga berupa akan mengkomunikasikan dengan penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk lebih memperhatikan para disabilitas. Kalau di Rutan bisa ada TPS khusus bagi para napi, mengapa tidak kita juga perjuangkan TPS khusus bagi para disabilitas.
Mengakhiri reses, Sudarmanto menitip pesan penting kepada para orang tua siswa, agar jangan berhenti dan lelah untuk tetap menyekolahkan anak-anak kita, karena hanya dengan Ilmu dan Agama maka masa depan anak-anak akan jauh lebih baik.
Dan dirinya selaku wakil rakyat yang duduk dikomisi yang membidangi pendidikan dan badan anggaran DPRD Sultra, akan berjuang dan mengawal agar ada alokasi anggaran beasiswa bagi para penyandang disabiltas dan berkebutuhan khusus.
Reporter :Aco RI














