Faktual.Net, Kendari — Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia adalah salah satu momentum bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dimana hari tersebut diperingati setiap tahunnya sebagai refleksi sejarah pada saat peristiwa proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
“Sebagai generasi muda harus melek terhadap sejarah, apa lagi sejarah Indonesia moderen,” ujar Ketua DPC GMNI Kendari Rasmin Jaya.
Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya mengatakan momentum bersejarah harus dijadikan sebagai refleksi dan instrumen pemantik kesadaran kepada seluruh pemuda, mahasiswa dan masyarakat untuk membangkitkan semangat perjuangan dan rasa nasionalisme
“Kesempatan hari besar nasional, kita tidak boleh absen begitu saja. Apa lagi takjub yang diangkat dalam momentum tersebut adalah terus melaju untuk Indonesia maju,” bebernya pada Kamis (17/82023) di Kendari.
Rasmin Jaya mengingatkan, sebagai generasi milenial tentunya harus menjadi ujung tombak perjuangan dan arah kemajuan suatu bangsa karna di tangan pemuda harapan masyarakat apa lagi di tengah kondisi dan carut marutnya bangsa yang dilanda dengan krisis multidimensi.
“Jika dilihat dari partisipasi dan keterlibatan dalam merefleksi hari-hari besar sangat minim sekali antusias generasi muda. Makanya itu, lewat momentum ini saya mengajak pemuda untuk berkolaborasi dalam membangun daerah sekaligus peka terhadap isu-isu sekitar sebagai bukti dan komitmen kita mengaktualisasikan jiwa nasionalisme yang berperikemanusiaan,” bebernya.
Ia juga mendorong seluruh pihak untuk memberikan perhatian dalam perkembangan kepemudaan di daerah, apa lagi pemerintah setiap kebijakan politik yang diputuskan harus berpihak kepada rakyat.
“Kebijakan pemerintah harus betul-betul nyata membangun Sumber Daya Manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat agar tidak ada kesenjangan satu sama lain. Olehnya itu ia mendorong para pemuda untuk berani ambil bagian serta berkontribusi memberikan gagasannya karena kalau kita diam, mau bagaimana model bangsa kita ini ke depan apa lagi sumber daya alam kita masih dikuasai segelintir orang,” tutur Rasmin.
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini membeberkan, apa lagi kondisi lingkungan yang rusak kemiskinan, kesenjangan sosial dan infrastruktur yang belum merata pemuda harus bersuara, berani mengambil sikap sebagai kontrol sosial kepada pemerintah.
“Pemuda memiliki tanggung jawab dan peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Kita adalah generasi yang mampu membentuk masa depan negara dengan energi, ide produktif, semangat untuk berinovasi dan berkreativitas,” tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah, masyarakat, dan pemuda sendiri perlu bekerja sama untuk memberikan dukungan satu sama lain, kesempatan, dan peluang yang dibutuhkan agar pemuda dapat mewujudkan potensi dan aktualisasi diri secara maksimal demi kemajuan daerah kedepan.
“Apa lagi kita ini 10 tahun atau 20 tahun kedepan akan mengalami ledakan bonus demografi, usia produktif generasi muda lebih mendominasi dari pada kalangan tua,” tegasnya.
Sehingga memaknai perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak hanya pada saat memperingati momentum yang bersejarah, tetapi harus terus menerus, berkelanjutan dan berkesinambungan.
Apa lagi kondisi sosial, ekonomi dan politik sedang tidak baik-baik saja ditengah momentum pemilu 2024.
“Terasa penting keterlibatan kita sebagai kaum muda bisa mengintervensi segala keputusan dan kebijakan politik yang ada, sekaligus meminimalisir potensi keretakan dan polarisasi di tengah masyarakat agar tidak terbelah,” pungkasnya.
Penulis : Kariadi
















