faktual.net, Kendari, Sultra. Ketua Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari berganti. Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, SE.,M.Si dilantik sebagai nahkoda baru untuk masa jabatan 2023 – 2027 menggantikan Dr. Bakhtiar Abbas, SE.,M.Si yang telah berakhir masa jabatannya.
Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, SE.,M.Si menahkodai STIE 66 Kendari setelah terpilih dari 3 kandidat yang bersaing memperebutkan kursi orang nomor satu disalah satu kampus swasta terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut. Dua kandidat yang jadi pesaingnya (baca: Abdul Aziz Muthalib) yakni : Dr. Hj. Ummy Kalsum, SE.,M.Si dan Dr.Abdul Razak, SE.,M.S.
Pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung khikmad di Aula STIE 66 Kendari pada Selasa pagi, 15 Agustus 2023 disaksikan oleh seluruh civitas akademika kampus tersebut.
Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, SE.,M.Si dalam sambutannya berjanji kepada seluruh civitas akademika STIE 66 Kendari akan menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dengan segenap dedikasi dan keikhlasan untuk membawa kampus tersebut lebih maju dan bisa bersaing secara global.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para pendahulu yang telah memimpin STIE 66 Kendari atas capaian serta prestasi yang telah berhasil diraih.
Di 100 hari awal masa kerjanya, Abdul Aziz Muthalib mentargetkan akan membuka program studi baru serta peningkatan status kampus dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas.
Abdul Aziz Muthalib menjelaskan bahwa diperjalanan panjang STIE 66 Kendari sebagai lembaga pendidikan yang profesional telah banyak melahirkan alumni-alumni terampil yang telah tersebar diberbagai lapangan pekerjaan baik didalam maupun diluar negeri.
Abdul Azizi Muthalib juga mengajak kepada semua insan akademis STIE 66 untuk bergandengaan tangan, bersatu padu membawa kampus tersebut mencapai cita-cita berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara.
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Bumi 66 Kendari yang menaungi STIE 66 Kendari mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Bakhtiar Abbas, SE.,M.Si atas pencapaiannya selama memimpin STIE 66 Kendari selama dua periode yakni 2014-2023.
Menurut Irma Nurjannah, ST., MT bahwa pergantian kepemimpinan itu adalah hal biasa sebagai bentuk penyegaran terhadap organisasi. Begitupun dengan STIE 66 Kendari, pergantian Ketua adalah hal yang harus terjadi dan ini sebuah pertanda bahwa institusi tersebut telah berjalan sesuai koridornya.
Putri Sulung dari H. Saeka Latiho selaku founding father dari STIE 66 Kendari mengatakan bahwa setiap pemimpin yang pernah memimpin kampus tersebut telah memberikan warna tersendiri bagi institusi dan semuanya telah memberikan yang terbaik bagi STIE 66 Kendari.
Ucapan terima kasih dirinya kepada DR. Bakhtiar Abbas atas dedikasinya yang telah dirasakan saat ini dengan segala kemjuannya. Dan dirinya berharap agar pemimpin selanjutnya bisa membawa kampus tersebut jauh lebih baik dan keberlanjutan kinerja dari pemimpin sebelumnya dapat berlanjut.
Pantauan faktual.net, acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dewan Penyantun Sudarmanto Saeka, SE., M.Sidan para anggota yayasan Bumi 66 Kendari.
Reporter : Aco RI
















