faktual.net, Jeneponto, Sulsel – Balai Latihan Kerja atau sering disebut dengan singkatan BLK adalah prasarana dan sarana tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau yang ingin mendalami keahlian dibidangnya masing-masing, Sabtu, (14/01/23)
Dalam upaya meningkatkan kwalitas Pendidikan dikalangan masyarakat khususnya pada sarana keagamaan, Pemerintah menggelontorkan Anggaran melalui Bantuan Pembangunan Worshop Balai Latihan Kerja Pondok Pesantren yang beralamat Di Munte desa Mangngepong Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan
adapun anggaran tersebut di realisasikan melalui kementrian ketenagakerjaan sejumlah Rp. 500 juta pondok Pesantren, dana tersebut mencukupi untuk pembangunan Gedung,
Seperti halnya bantuan Gedung BLK yang di terima oleh Ponpes Darul Ihsan Munte.
Namun sangat di sayangkan Pembangunan gedung BLK yang bersumber dari dana APBN terkesan asal jadi dan kuat dugaan adanya indikasi Tindak Pidana korupsi.
Dari hasil investigasi awal pembangunan BLK dilapangan Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulawesi Selatan Hasan Anwar beserta awak media Faktual net menemukan adanya Penggunaan besi pengecoran 12 banci dan pada Cincin 8 banci serta besi kolom praktis hanya memakai besi 10 banci,
Lebih jauh ia menjelaskan, cara pengerjaan bangunan BLK Munte di kerjakan oleh yang bukan ahlinya sehingga bagian belakang bangunan tidak sejajar dinding dengan kusen jendelanya, ujar anwar
Tampak para pekerja juga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helem,sepatu bot ,masker ,sarung tangan untuk keamanan diri selama bekerja.
Kemudian dengan ada temuan dari Tim LPK- Sulawesi Selatan, maka dalam dekat ini akan melaporkan pekerjaan tersebut ke APH.
Selain itu Ketua Tim Pengelola kegiatan BLK Munte tak lain dari anak menantu penggagas/pendiri Ponpes mantan Bupati Jeneponto Rajamilo,
Dengan adanya pemberitaan ini diharapkan Kepada Kementrian agama kabupaten Jeneponto untuk melakukan pengawasan pengecekan di lapangan agar tidak terkesan adanya pembiaran.
Sehingga kata dia lagi, Pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai dengan Harapan Pemerintah pusat dan Masyarakat setempat,” Pungkasnya
Sementara media sudah berupaya meminta tanggapan kepada Pelaksana kegiatan yakni, ” Karaeng Lolo, namun tidak di gubris.
Reporter: Pupung
















