Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaDaerahEdukasi

Seminar Nasional Pascasarjana UHO Hadirkan Alumni Bicara Sumbangsih ke Almamater

39
×

Seminar Nasional Pascasarjana UHO Hadirkan Alumni Bicara Sumbangsih ke Almamater

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Sejumlah narasumber alumni pascasarjana UHO yang telah berkiprah diberbagai latar belakang aktivitas dihadirkan sebagai narasumber pada kegiatan seminar nasional dan call for paper.

Faktual.Net, Kendari, Sultra — Ikatan Alumni (IKA) Pascasarjana Universitas Haluoleo untuk pertama kalinya menggelar seminar nasional dan call for paper bertema, Peran alumni pascasarjana UHO dalam upaya pengembangan kualitas pendidikan dan pembangunan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bertempat di Hotel Azizah Kendari, Senin (19/12/2022).

Sejumlah narasumber alumni pascasarjana UHO yang telah berkiprah diberbagai latar belakang aktivitas dihadirkan sebagai narasumber pada kegiatan seminar nasional tersebut, yang dihadiri ratusan audiens alumni pascasarjana UHO. Mereka adalah H. Abdurrahman Shaleh, SH. M.Si Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Dr. Drs. Ridwansyah Taridala, M.Si Sekretaris Daerah Kota Kendari, Dr. La Utu, SE., M.M Ketua IKA Pascasarjana UHO juga Direktur Pascasarjana STIE 66 Kendari. Dr. Capt. Djunaidi, S.Sos., MM.,M.Mar Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, Dr. Wa Ode Al Zarliani, SP., M.M Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, serta dihadiri pula oleh Direktur Pascasarjana UHO Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Dihadapan audiens peserta seminar nasional, Ketua DPRD Sultra H. Abdurrahman Shaleh, SH.M.Si menyoroti peran lembaga dalam menjaga relasi dengan alumni, dimana diharapkan alumni dapat berkontribusi terhadap sesame alumni. Serta ilmu pengetahuan yang diperoleh dari almamater harus dapat dinikmati oleh masyarakat.

Kualitas alumni UHO menurutnya, tidak kalah dengan universitas lainnya yang ada di Indonesia, sehingga tak perlu mencari sekolah di luar Sultra.

“Peran lembaga harus bisa memberikan kontribusi terbaik bagi alumni lainnya, tidak boleh ada dikotomi. Seharusnya ilmu pengetahuan yang didapatkan harus bisa dinikmati masyarakat, orang Sultra ini hebat semua, ngapain harus cari sekolah jauh, disini juga ada,” papar H. Abdurrahman Shaleh, SH.M.Si, Ketua DPRD Sultra.

Masih lanjut H. Abdurrahman Shaleh, SH.M.Si, kampus harus berperan terhadap pembangunan daerah, berupa adanya penelitian yang produktif yang berhasil dan dapat dipertanggungjawabkan serta yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Menurut Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini APBD Sultra kurang lebih 4,7 trilyun, program apa yang bisa alumni lakukan secara berkelanjutan.

Ia pun juga menyoroti alumni sarjana S1 yang dilahirkan oleh UHO tiap tahunnya yang rata-rata mencapai lima ribu orang pertahun, namun yang dapat diserap oleh angkatan kerja hanya sekitar kurang lebih seribu orang pertahun, yang artinya ada pengangguran terselubung sekitar empat ribu orang pertahun. Olehnya itu bagaimana menjadikan angkatan kerja di negeri zamrud khatulistiwa yang sangat kaya akan sumber daya alam ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka alumni harus berperan secara handal, baik skil dan kompetensinya.

“Alumni UHO lima ribu per tahun yang terserap kerja seribu, ada empat ribu pengangguran terselubung, ini menjadi tanggungjawab kita bagaimana angkatan kerja bisa menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dimana Sultra ini sebagai zamrut khatulistiwa, maka alumni harus berperan, dan gaji mereka dihargai setara pendidikan mereka,” lanjut H. Abdurrahman Shaleh, SH.M.Si, Ketua DPRD Sultra.

Baca Juga :  Event Balap Sirkuit Selawaring Ditunda, Persiapan Sirkuit Sudah Capai 50 Persen

Sementara itu Dr. Drs. Ridwansyah Taridala, M.Si Sekretaris Daerah Kota Kendari dalam pemaparan materinya menekankan peran alumni yang harus mampu menjadi pionir dalam pembangunan Kota Kendari. Pada penutup materinya, Dr. Drs. Ridwansyah Taridala, M.Si Sekretaris Daerah Kota Kendari pun menyampaikan konsep Kota Kendari Bergerak, yang mengandung lima hal penting yaitu; Bersih, tidak hanya dari sisi lingkungan semata tetapi bersih penyelenggaraan pemerintahannya dari hati. Kedua gesit, artinya lincah kreatif dan inovatif. Ketiga ramah, artinya ramah sesama warga juga ramah terhadap hadirnya investasi dan lingkungan. Keempat asri, dari sisi lingkungan dan pepohon yang tidak membahayakan. Kelima adalah kondusif, dimana kondusifitas wilayah menjadi prasyarat utama menjadmin aktivitas masyarakat.

“Bersih di lingkungan masing-masing, gesit, ramah, asri dan terakhir kondusif, ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk memelihara ketertiban dan ketentraman di wilayah Kota Kendari. Ketika kita bicara ketentraman maka kita bicara suasana, bicara ketertiban ada kewenangan untuk memaksa sebagai konsekuensi, sehingga kadang terlihat keberadaan satpol pp untuk turun langsung ke lapangan, ini semua guna menjaga suasana, seperti halnya kenyamanan kita berada di tempat ini,” tutup Dr. Drs. Ridwansyah Taridala, M.Si Sekretaris Daerah Kota .

Narasumber ketiga Dr. La Utu, SE., M.M Ketua IKA Pascasarjana UHO juga Direktur Pascasarjana STIE 66 Kendari, memaparkan materi, industri perbankan sebagai pendobrak pertumbuhan ekonomi, dimana perbankan harus bisa berfungsi menjadi intermediasi antara masyarakat pemilik dana dan masyarakat yang membutuhkan dana.

Narasumber keempat Dr. Capt. Djunaidi, S.Sos., MM.,M.Mar Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, menyampaikan kebanggaannya bisa hadir sebagai narasumber dari alumni UHO, meskipun saat ini berkiprah di provinsi luar Sultra, tepatnya sebagai Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, sebelumnya di Basarnas Sultra. Disampaikannya kekayaan alam yang ada di Sultra harus menjadikan kita bangga sebagai warga Indonesia khususnya Sultra sehingga tidak ada alasan kemiskinan tercipta di Sultra.

“Sultra ini sangat kaya akan sumber daya alamnya, utamanya pertambangan, ini adalah suatu kebanggaan kita sebagai orang Indonesia, dan khususnya Sulawesi Tenggara, ratusan tambang yang adai di Sultra ini kiranya bisa membangkitkan perekonomian di daerah Sulawesi Tenggara ini, melalui kebijakan yang mendukung dan pemberdayaan masyarakat, sehingga tidak ada alasan kemiskinan di Sultra ini,” urai Dr. Capt. Djunaidi, S.Sos., MM.,M.Mar Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan.

Sementara itu narasumber kelima Dr. Wa Ode Al Zarliani, SP., M.M Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, menyampaikan alumni memiliki peran strategis dalam penjaminan mutu perguruan tinggi dan merupakan sumberdaya yang potensial, untuk membantu bagaimana perguruan tinggi bisa eksis.

“Alumni itu merupakan produk perguruan tinggi sehingga tentu alumni memiliki peran strategis dalam penjaminan mutu perguruan tinggi dan merupakan sumberdaya yang potensial untuk membantu bagaiamana pergurun tinggi bisa eksis,” paparan Dr. Wa Ode Al Zarliani, SP., M.M Rektor Universitas Muhammadiyah Buton.

Moderator seminar nasional dipandu oleh Nisrina Hamid SP., MP. CMA juga dosen pengajar di Universitas Muhammadiyah Kendari. (DEL).

Tanggapi Berita Ini