Example floating
Example floating
BeritaHeadlineHukumMetropolitanNasionalPemerintahanPeristiwa

DUGAAN OKNUM KEPERCAYAAN PT.DEWI MAS BAHTERA DAN PT.BACHTIAR MARPA PRIMA, SUAP LSM

×

DUGAAN OKNUM KEPERCAYAAN PT.DEWI MAS BAHTERA DAN PT.BACHTIAR MARPA PRIMA, SUAP LSM

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI
Example 468x60

faktual.net,JAKARTA – Oknum kepercayaan dari perusahaan atau kontraktor PT. DEWI MAS BAHTERA dan PT. BACHTIAR MARPA PRIMA yang melakukan pekerjaan proyek Sudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakut, serta Sudin Bina Marga (BM), mencoba menyerahkan atau memberikan “UANG” yang sudah dibungkus dalam amplop, pada Kamis (15/12), di kawasan kantor Sudin Dukcapil Jakut, Jalan Berdikari Raya Koja.

Oknum dari Perusahaan berinisial TN yang menyerahkan dan Anggota Lsm diduga coba disuap inisial RS, terjadi percekcokan nyaris menimbulkan kekeraaan fisik, pada Kamis (15/12).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kejadian tersebut berlangsung cepat sempat disaksikan oleh Tim Media yang sedang melakukan Liputan, dan RS selaku diduga akan disuap menjelaskan kronologi kejadiannya

Kronologi RS

Sesudah itu ketemu jam 13.36 di jalan Berdikari sekitar kantor Sudin Dukcapil Ketemu TN dengan saya(RS), saya (RS) didatangi TN dan mengatakan ini ada titipan dari Jhn, Sesudah itu saya (RS) tanya, berapa ?? Dijawab ini nah hitunglah!!!, Sesudah saya terima, saya sobek, saya tanya lagi berapa?, dijawabnya 2 jt, Saya (RS) bilang nah tidak mau!!!, sudah itu TN pergi jalan.
Sesudah itu saya kejar dan saya pinggiri, langsung saya kasi amplopnya
Sesudah diterima dia (TN) bilang taik sama kau dan bilang brengsek sambil lari naik motor, tapi saya kejar jalan kaki dan ketemu TN, saya (RS) tanya, bilang apa tadi? Saya mau dipukul, jadi Saya lari ke motor ambil Obeng dan saya kejar dan dia (RS) lari naik motor kencang.
Begitulah cerita sebenarnya dalam Tuhan.

Baca Juga :  Misteri di Balik Cadar: Modus Penggandaan Uang Gasak RM 300.000 Milik Pekerja Migran di Sarawak

Informasi kejadian ini telah dikonfirmasi juga kepada TN yang menyangkal memberikan atau menyerahkan amplop yang berisi UANG yang menyebabkan percekcokan.

‘Sorry, Ga ada” Jawab TN melalui aplikasi WA setelah dikonfirmasi Jurnalis media faktual.net.

Dugaan pemberian Uang kepada RS, karena RS telah kritis dalam pekerjaan proyek Sudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Sudin Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara yang dikerjakan oleh PT. DEWI MAS BAHTERA dan PT. BACHTIAR MARPA PRIMA yang Tidak Sesuai Billy of Quantity serta Volume kerja, yang saat ini berkas data temuan dari Lsm yang dinaungi oleh RS, maupun Lsm lain yang saat ini sudah ada di AparatPenegak Hukum (APH). (zul)

Tanggapi Berita Ini