Faktual.Net, Kendari, Sultra. Masuk tiga besar dalam penjaringan calon wakil walikota (cawawali) Kendari, Alamsyah Lotunani berniat mengabdi untuk Kota Kendari, “Ini berawal dari niat baik tulus untuk mengabdi kepada Kota Kendari,” ungkap Alamsyah Lotunani yang dihubungi via telpon, 18/6/2019.
Namun menurutnya semua itu dikembalikan kepada tim seleksi (timsel), “kita ini hanya peserta yang menentukan adalah tim seleksi, semoga proses berikutnya masih tercover,” harap mantan sekertaris Kota Kendari ini.
Diungkapkan oleh Alamsyah Lotunani bahwa Kota Kendari merupakan sepuluh kota terbaik di Indonesia, untuk itu ia bertekad untuk membantu pemerintah guna tetap mempertahankan posisi tersebut. “Kota ini sudah terlanjur terkenal sebagai sepuluh kota terbaik Indonesia, dan Walikota perlu ada pembantu selain organisasi perangkat daerah dalam pemerintahan beliau, kita cinta kota ini, tentu kita berbuat yang terbaik demi kemajuan yang lebih baik lagi bagi kota ini,” ungkap Alamsyah Lotunani yang pernah menjabat ketua Bappeda pada pemerintahan Masyhur Massie Abunawas (MMA) dan setelah otonomi daerah pada pemerintahan Ir. Asrun kembali menjabat Kepala Bappeda Kota Kendari. Saat ini Alamsyah Lotunani dipercaya menduduki posisi sebagai Ketua KONI Kota Kendari.
Apabila dirinya terpilih dalam penjaringan PKS ia berharap tahapan selanjutnya lebih transparan dan terbuka lagi, sebagaimana proses yang dilakukan oleh timsel PKS. “Koalisi partai perlu transparansi dalam penentuan nama yang akan masuk pada tahap selanjutnya, misalnya cawawali perlu memaparkan atau mempresentasekan kapasitasnya sebelum penentuan dua nama yang akan diusulkan ke walikota dan dipilih oleh DPRD Kota Kendari,” ungkap mantan sekretaris Kota Kendari tahun 2014-2018 ini.
Tiga nama cawawali yang masuk dalam seleksi penjaringan lewat partai PKS selain Alamsyah Lotunani adalah Adi Jaya Putra (AJP) dan Al Jabbar. Selanjutnya akan dipilih satu nama oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS setelah menerima laporan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Sulawesi Tenggara.
Satu nama tersebut nantinya akan digodok oleh koalisi partai dan menghasilkan dua nama yang selanjutnya diserahkan ke Walikota Kendari Sulkarnain Kadir, untuk serahkan ke DPRD Kota Kendari untuk dipilih satu nama yang akan mendampingi Sulkarnain Kadir menghabiskan sisa masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota periode 2017-2022.
Reporter Wa Ode Deli Yusniati














