oleh

260 – 300 Ton Sampah Warga Kendari Perhari, Sainul Latief Ajak Warga Buang Sampah ke TPS Sesuai Jadwal

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Dalam sehari warga Kota Kendari menghasilkan sampah sebanyak 260 – 300 Ton, yang terangkut oleh petugas kebersihan sebanyak 180 – 200 Ton perhari. Ada selisih antara sampah yang dihasilkan oleh warga dengan sampah yang terangkut dikarenakan banyaknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tidak terdeteksi oleh petugas kebersihan misal : perbatasan Baruga – Konsel, jalan Boulevard dan beberapa titik di By Pass.

Hal tersebut diutarakan oleh Sainul Latief, ST kepada faktual.net, saat wawancara pada Selasa siang, 9/11/2021 dikantor Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kendari (DLHK). Sebagai Kota yang pernah mendapatkan Adipura Kencana dengan status Kota sedang, maka Kendari terus melakukan pembenahan dalam upaya penanganan masalah sampah.

Sainul Latief, ST yang saat ini menjabat Kepala Seksi Pengurangan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kendari, menjelaskan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya terus melakukan langkah – langkah strategis guna atasi masalah semisal penambahan armada pengangkut sampah.

Baca Juga :  Dugaan Penyalahgunaan ADD Desa Tamannyeleng, Hasil Audit Inspektorat Diserahkan ke Bupati

Pria yang pernah menjabat Kepala Kelurahan Puuwatu tersebut menambahkan bahwa sampah merupakan masalah kompleks sebuah perkotaan, tentu OPD nya tidak tinggal diam terhadap persoalan tersebut, langkah – langkah edukasi terus dilakukan oleh DLHK Kendari.

“Langkah yang kami ambil tentu langkah persuasif, pendekatan kepada RT dan RW untuk mengajak warganya agar membuang sampah pada tempat, sampah dibuang setelah dikemas sehingga memudahkan petugas kami untuk mengangkutnya”, ucapnya dengan menambahkan bahwa selama ini telah ada regulasi yang mengatur tentang sanksi bagi warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya tetapi penerapannya dilapangan masih terkendala banyak hal.

Baca Juga :  Kapolres Semarang Beri Penghargaan Pada 33 Personil Berprestasi
Dump Truck

“Ada regulasi yang mengatur tentang sampah yakni Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Kebersihan dan Keindahan Kota, ada sanksi 6 bulan kurungan atau kompensasi 50 juta rupiah bagi warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya, tapi pemberlakuan Perda tersebut banyak faktor yang membuatnya susah dilaksanakan khususnya pada sisi penegakan.

Melalui media ini, Sainul Latief mengajak warga Kendari untuk membuang sampah pada waktu yang telah ditetapkan DLHK Kendari. Jadwal membuang sampah yakni jam 5 sore sampai jam 5 pagi. Tujuannya agar petugas kebersihan lebih mudah untuk mengangkut sampah.

Reporter : Aco RI, Rudi, Alung

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :