Faktual.Net,Bekasi | Pemegang Saham Tahunan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (“Perseroan”) pada tanggal 24 Mei 2022, melaksanakan Rapat Umum di Hotel Enso, tepatnya Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Pada kesempatan yang sama Perseroan juga menyelenggarakan Paparan Publik. Salah satu hasil keputusan RUPS adalah persetujuan susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama merangkap
Komisaris Independen : I Gusti Putu Suryawirawan
Wakil Komisaris Utama
merangkap Komisaris Independen : Herbudianto
Komisaris Independen : Wahyu Hidayat
Komisaris : Hartono
Direksi:
Direktur Utama : Yoshihiro Kobi
Wakil Direktur Utama : Leo Yulianto Sutedja
Direktur : Ibu Swan Mie Rudy Tanardi
Selain itu juga ditetapkan tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 karena Perseroan mengalami kerugian di 2021.
Selama tahun 2021, Perseroan menjual 4 hektar tanah industri (marketing sales) terutama akibat ketatnya restriksi perjalanan sebagai dampak pandemi Covid-19. Pada tahun 2021, total pendapatan Perseroan sebesar Rp 230 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan maintenance fee, service charges, air, dan sewa sebesar Rp 115 miliar. Perseroan mencatatkan rugi bersih Rp 71 miliar mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan tahun 2020 yaitu rugi sebesar Rp 115 miliar pada tahun 2020.
Untuk tahun 2022, Perseroan menargetkan marketing sales seluas 20 hektar dengan harga rata-rata penjualan Rp 2,7 juta-3,5 juta/m2. Selama kuartal 1-2022, Perseroan telah berhasil mencapai 41% dari target marketing sales lahan industri yaitu di 8 hektar dan menargetkan pertumbuhan recurring income yang stabil pada sisa tahun berjalan. Target pasar Perseroan terutama pada industri-industri yang relatif tahan terhadap dampak pandemi seperti industri data center, elektronik logistik, dan food & beverages.
Seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia, strategi Perseroan adalah terus fokus pada bisnis kawasan industri. Dengan pengalaman pengembangan kawasan industri lebih dari 30 tahun, Perseroan tetap percaya akan potensi kebutuhan pelaku bisnis atas kawasan industri yang profesional dan dapat diandalkan. Terutama di Kawasan Industri MM2100 Bekasi, Perusahaan akan melanjutkan pengembangan, termasuk sarana dan fasilitas dan memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan. Seperti yang diketahui Kawasan MM210 akan dilewati oleh JORR II Cibitung – Cilincing dan para penghuni kawasan akan mendapatkan keuntungan dari penambahan akses dan konektivitas di MM2100. Selain itu Kawasan MM2100 juga akan mendapatkan manfaat dari rencana infrastruktur pemerintah ke depan seperti LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, proyek perluasan Tanjung Priok dan pembangunan Pelabuhan Patimban.
Rosmauli
















