Example floating
Example floating
Opini

Transformasi Gerakan Menuju Satu Dekade GMNI Kendari

×

Transformasi Gerakan Menuju Satu Dekade GMNI Kendari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Rasmin Jaya (Kader DPC GMNI Kota Kendari)

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Transformasi gerakan menuju satu Dekade GMNI Kendari suatu tema yang sangat menarik di benak anggota dan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mengingat ini adalah adalah sebuah refleksi historis dalam melihat perjalanan GmnI sampai saat ini 23 maret 2022.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Membeberkan berbagai hal sekaligus refleksi yang dianggap penting, semoga dengan kegiatan dies natalis tersebut bisa menjadi renungan dalam memperbaiki hal-hal yang penting untuk perubahan GmnI ke depan.

Menciptakan dan melahirkan kepeloporan kepemimpinan yang progres dan revolusioner adalah sala satu dari berbagai target dan sasaran GmnI ke depan, mengisi ruang dan pos-pos kritis dari berbagai lini sektor, bisa melakukan gebrakan loncatan intelektual yang lebih jauh ke depan, melakukan pemberdayaan dan membangun sumber daya manusia untuk tata kelola SDA dan mempersatukan barisan nasionalis marhaenis baik nasional maupun di tataran cabang seluruh Indonesia.

Sehingga terkait dengan orientasi dan tujuan GmnI yang berhaluan nasionalis dengan asas perjuangan marhaenisme bisa terwujud dalam pengejawantahannya dengan baik dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas.

Jauh dari itu, harapan terselenggaranya dies natalis GmnI bisa merefleksi perjalanan GMNI secara historis, membawa kepeloporan kepemimpinan yang dapat menyatukan dan merangkul seluruh elemen gerakan.

Secara historis berbicara mengenai gerakan organisasi GMNI akan selalu menjadi tema menarik, menegangkan dan akan selalu menjadi wacana dalam seluk beluk pergerakan mahasiswa dalam mengisi pos-pos kritis dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Peran organisasi mahasiswa dalam struktur politik Indonesia sendiri peran politik gerakan mahasiswa yang berhaluan nasionalis ini mulai populer sejak terjadinya perubahan kekuasaan di tahun 1966-1967. Sebelum masa itu, peran sebagai kelompok penekan dan pendorong perubahan sosial dan tatanan masyarakat lebih dikenal dan melekat pada kelompok pemuda.

Peran pemuda itulah yang menjadi sentral yang strategis dalam perubahan tatanan sosial, politik, ekonomi dan hukum ke arah yang lebih baik lagi. Sebab dalam lembaran sejarah pun ketika bagaimana tahun 1908, 1928, 1945,1966 dan 1998 menunjukan bagaimana idealisme pergerakan mahasiswa hadir dengan berbagai peristiwa dengan dinamika kebangsaan yang membutuhkan segala ide dan gagasan mahasiswa.

Langkah yang harus di perhatikan dalam memainkan peran strategis sebagai organisasi mahasiswa adalah dengan terus mendedikasikan diri dalam setiap kegiatan organisasi sebab dengan cara-cara seperti itulah sayap-ideologi marhaenisme ajaran Bung Karno bisa tersebar di seluruh seantero Sulawesi Tenggara. dalam literatur sejarah peneguhan keistimewaan status dan peran organisasi gerakan mahasiswa nasional Indonesia semakin kokoh sejak keberhasilan aksi-aksi yang di inisiasi oleh beberapa kelompok mahasiswa yang melebarkan sayap gerakan yang mengkritik kebijakan presiden soekarno dalam demokrasi terpimpin.

Penulis sangat menyadari degan sungguh kita masih terpengaruh dengan hegemoni sejarah dan romantismenya tentang keheroikan masa lalu yang membuat kita tidak bisa move on tentang perjuangan dan kepeloporan pergerakan organisasi GmnI meski bergerak di bawah tanah di zaman rezim orde baru. Dalam sejarah reformasi pun demikian, bagaimana carut marut gerakan mahasiswa dalam mengisi segala lini sektor khususnya di bidang politik, kebijakan pemerintah yang kontra produktif dengan segala kesewenang-wenanganya terhadap masyarakat, kebebasan bersuara dan menyuarakan aspirasi sangat di batasi begitupun juga dengan pers di ambil alih oleh pemerintahan yang otoritarianisme.

Bagi penulis sejarah adalah guru kehidupan yang harus di jadikan pelajaran dam melihat masa depan dan juga biang untuk masa depan. Di situlah ia menjadi misteri. kita yang hidup hari ini tentunya berusaha keras membaca ke mana ia bergerak dalam tiga langkah ke depan, tentunya kita juga harus punya lompatan intelektual dan melampaui generasi kekinian tentang pola pikir. Mungkin sebuah usaha yang tak sepenuhnya sia-sia. mereka yang membaca gerak sejarah dan bergerak untuk segera mengubah keadaan dengan penuh keyakinan biasanya akan lebih siap menghindari kutukan zaman bahwa sejarah datang mengutuk pintu tapi sayangnya di dalam hanya ada orang-orang kerdil.

Namun mungkin juga sejarah bisa berjalan stagnan dan diam jika tak ada unsur yang membuatnya bergerak atau bergairah yang pada prinsipnya terlalu banyak yang mengada ngada dan kurang jujur terhadap realitas dan fakta sejarah itu sendiri karena di politisasi dan diplintir untuk kepentingan elit kekuasaan sebab sejarah adalah milik seorang pemenang.

Kita nampak bingung dan termangu-mangu bahwa kira-kira pelajaran apa bisa di ambil oleh generasi mendatang jika sampai pemelintiran sejarah itu terjadi. bahwa sejarah dan kekuasaan adalah dua sekawan yang mungkin ikut menentukan arah gerak zaman. tak ada yang menduga apa yang akan terjadi di hari esok tetapi ke nasib kita ke depan tergantung bagaimana upaya kita hari ini dakam mengikuti setiap proses yang ada.

Penulis sendiri yang bergelut dalam organisasi GMNI mengetahui betul meski bukan pelaku sejarah tetapi dalam berbagai literature arus kekuatan GmnI sempat terkubur. Kita pernah mengalami suatu masa di mana rezim orde baru tak memberikan ruang dan keleluasan bagi entitas organisasi sosial politik yang berbeda dengan kekuatan orde baru sehingga terjadi adanya upaya Desoekarnoisasi dan menghilangkan ajarannya marhaenisme sebagai asas perjuangan gerakan mahasiswa nasional indonesia itu sendiri, di situlah upaya mengaburkan fakta sejarah untuk menjauhkan bung karno dari pengikut-pengikutnya.

Selalu ada pasang surut dalam setiap dinamika politik kebangsaan tetapi kita tak boleh terlempar dan tergilas dari fase sejarah bahkan untuk harus menjadi penonton. Kita harus terus bergerak dan melangkah memenangkan zaman dan menuju kejayaan GmnI.

Sungguh suatu masalah besar mahasiswa khususnya gerakan mahasiswa nasional indonesia untuk menyesuaikan diri dengan berbagai langgan kekuasaan yang berubah dan iklim politik yang membawa sehingga apa yang di upayakan oleh mahasiswa dan aktivis GMNI untuk melakukan penyelamatan organisasi terjadi banyak perseteruan di tambah lagi pembersihan kelompok-kelompok yang di nilai kekiri kirian adalah langkah yang paling ekstrem dari perlakukan rezim orde baru pada saat itu.

Memang tidak mudah jika kita melihat arus sejarah dan kejayaan organisasi yang sampai hari ini berdiri kokoh karena pada prinsipnya juga tokoh yang membangun nawacita dan mempertahankan ajaran bung karno marhaenisme harus berdarah-darah pula. Kejayaan itu sendiri melewati berbagai masa kepedihan, rasa pahit dan sangat pahit. Lantas apakah juga GmnI demikian mestinya ? Ya , kita pernah terjadi masa kelam di mana organisasi yang terlahir pada tanggal 23 maret 1954 pernah terkubur hidup-hidup, merangkak dengan terkantung kantung dan bergerilya dalam waktu yang begitu lama.

Namun jika situasi dan kondisi sekarang tak bisa kita manfaatkan dan masih saja diam melihat situasi masalah dalam internal gerakan mahasiswa nasional indonesia itu sendiri pasti kita akan merasakan kekalahan dalam perebutan kancah sejarah perjuangan. liat saja di momentum ini misalnya bagaimana kaum kiri nasionalis radikal harus di cap komunis dan tak beragama.

Itulah sedikit dari berbagai tantangan kaum kiri sebagai mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi gerakan mahasiswa nasional indonesia yang beraliran nasionalis marhaenis di tengah pertarungan ideologi sectarian dan organisasi untuk melebarkan sayap masing-masing. dan tak hanya itu anggota dan kader gerakan mahsiswa nasional Indonesia juga tak bisa lepas dari stigma kelekatan GmnI kepada sala satu partai politik tetap tertanam di benak masyarakat khususnya PNI dan PDIP, Kesamaan simbol-simbol dan kaitan sejarah masa lalu memperkuat argumen dan asumsi masyarakat bahwa anggota dan kader gerakan mahasiswa nasional indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sala satu partai politik di orde lama. Terbentuknya citra tersebut karena di pengaruhi oleh banyaknya mantan aktivis gerakan mahasiswa nasional Indonesia yang meniti karier politik di partai itu.

Pandangan itulah yang menjadi kendala aktivis gerakan mahasiswa nasional indonesia bahkan mungkin sampai saat ini untuk melebarkan sayap-sayap marhaenisme ajaran bung karno, menjalankan dari pada roda dan kerja-kerja organisasi. namun terlepas dari hal tersebut, terdapat pelajaran dan hikmah yang menarik dari proses pelajaran sejarah itu.

Sebab pada awalnya gerakan mahasiswa nasional indonesia adalah upaya merealisasikan cita-cita dan perjuangannya membawa semangat berdiri dalam sikap teguh, pendirian dan independensinya.

Namun pada masa itu juga memberikan pelajaran terbaik, keterpurukan tak harus kita sesali dengan jalan membangun trauma politik karena pada dasarnya setiap zaman, peristiwa dan kejadian mempunyai tantangan yang berbeda -beda dalam proses perjalanan sejarah.

Sehingga dengan keterpurukan dan hikmah sejarah itu dapat memberikan kesadaran baru untuk bangkit kembali dan meneruskan sejarah perjuangan gerakan mahasiswa nasional Indonesia sebagai organisasi kader yang berhaluan nasionalis.

Pasang surut Gerakan Mahasiswa kebangkitan kembali gerakan mahasiswa nasional indonesia tak juga mengharuskan kita untuk selalu kaku dalam menghadapi situasi politik dan nasional yang mencekam karena sejarah tersebutlah yang menjadi pegangan kita.

Karena hak tersebut tak lahir secara instan namun melalui kalkulasi politik yang matang dan cerdas. Pemikiran kritis atas berbagai carut marut perjalanan gerakan mahasiswa nasional Indonesia harus tetap ada untuk mengubah haluan bangsa ini menuju cita-cita sosialisme indonesia. Sehingga menjadi sangat penting proses perjalanan gerakan mahasiswa nasional indonesia berikutnya membuktikan bahwa keputusan itu tak salah dan suatu kaharusan sejarah yang harus kita pilih dan tempuh.

Selain menjadi pijakan kebangkitan aktivis gerakan mahasiswa nasional indonesia, keputusan itu pulahlah untuk membawa GmnI menghadapi masa-masa sulit dan selamat dari proses penataan politik pragmatisme.

Ujian terhadap independensi itu bukan tak ada sama sekali. Dalam setiap proses waktu dan kesempatan godaan-godaan itu akan muncul seperti ombak yang berderu kencang yang menyeret kita pada pusaran kepentingan pragmatisme politik dan sesat. menyikapi fenomena dan keadaan tersebut selayaknya generasi baru gerakan mahasiswa nasional Indonesia dapat menempatkan posisi sejarah dalam kerangka pembelajaran dan refleksi untuk kemudian merubah tatanah masyarakat dan bangsa kearah yang lebih baik lagi.

Pelajaran itu tentunya mengenai kecerdasan dalam membaca petak politik dan sosial, kemampuan menjaga stamina kader serta kematangan dalam mengelola konflik kepentingan. Pelajaran tersebut telah di tunjukann oleh aktivis gerakan mahasiswa nasional Indonesia pada masa itu, ini bukan proses hegemoni atau romantisme sejarah itu sendiri meski kita akui bahwa di masa-masa sulit itu sangat penting sekali untuk menentukan sikap sebaik mungkin.

Di masa kini dan tentunya di masa depan juga barangkali yang sangat penting kemampuan seperti itu akan terus di butuhkan oleh organisasi sebagai wadah perjuangan dan penggeblengan kawah candradimuka untuk melahirkan tokoh dan pemimpin bangsa.

Tantangan organisasi ke depan akan semakin kompleks dan keras sebab persaingan organisasi dan ideologi satu sama lain akan mewarnai dan menghiasi percaturan bangsa ini. Situasi ini tentunya memerlukan kecerdasan ekstra, kemahiran dalam mengambil langkah dan taktik bagi bagi setiap anggota dan kader untuk melewati badai dan arus politik yang sangat deras.

Satu hal yang pasti bahwa politik akan selalu dinamis, tiada kawan dan lawan yang abadi semuanya hanya kepentingan. pada suatu saat juga politik akan sampai pada puncak dan titik klimaksnya namun tak menutup kemungkinan pula bahwa pada waktu yang berbeda perjalanan itu kembali menurun sejalan dengan dinamika politik yang terus berkembang pada pusaran waktu dan generasi.

Untuk itu, keputusan menjadi organisasi mahasiswa dan kader yang bernafaskan nasionalis harus terus di jaga dan di pertahankan apalagi di tengah carut marut dan transisi demokrasi, keputusan politik di penuhi ketidakpastian, euforia politik akan terus berlangsung. Dengan demikian kita harus tetap mengambil jalan tengah dan strategis sehingga langkah gerak tetap bebas dan akan terlihat cantik.

Dengan demikian kemandirian yang bernafaskan semangat berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) merupakan pijakan utama gerakan mahasiswa nasional Indonesia dalam menjalankan pergerakan politik pada masa kini maupun masa yang akan datang. sebab kita sadari bahwa kurangnya anggota dan kader gerakan mahasiswa nasional Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam setiap gerakan ketika berbagai masalah yang ada.

Seperti uraian di atas perlunya kita kembali menata struktur yang ada di dalam pengurusuntuk kembali mempertegas asas dan doktrin gerakan mahasiswa nasional Indonesia yang berjuang untuk rakyat dan berjuang bersama rakyat.

GmnI perlu kembali menyegarkan wawasan kemahasiswaan sebagai organisasi mahasiswa yang berbasiskan intelektual muda. Di sisi lain harus lebih dekat dengan isu dan wacana sosial politik yang ada baik di tataran local maupun nasional karena idealisme pemuda dan mahasiswa sebagai pilar penyangga dan pendorong jati diri bangsa.

Jadi keberadaan mahasiswa dan organisasi harus selalu menjadi spirit perjuangan dan pergerakan, motivasi dan inspirasi untuk generasi yang masih kurang berkecimpung dalam kelembagaan internal maupun eksternal. Hal tersebutlah yang harus terus di dorong agar dalam kancah sejarah kita tidak di gilas oleh perkembangan zaman yang ada apa lagi sebelumnya GmnI secara nasional mengambil takjub “ Nasionalisme Menjawab Tantangan Zaman”

Demikianlah, coretan kecil. Perbanyak membaca meski buku yang di ambil adalah pinjaman, jangan pasrah terhadap keadaan karena itu ada lah upaya kita merawat komitmen, cinta dan perjuangan diskusi dan bergerak . Perbanyak ruang agitasi dan propaganda. Semoga Bermanfaat

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit