Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukumKriminal

Terduga Pelaku Pemerkosaan Tewas Dihakimi Massa di Rappolemba, Warga Soroti Respons Polisi dan Kecam Perlakuan Tidak Manusiawi Setelahnya

×

Terduga Pelaku Pemerkosaan Tewas Dihakimi Massa di Rappolemba, Warga Soroti Respons Polisi dan Kecam Perlakuan Tidak Manusiawi Setelahnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel- 6 Desember 2025, Peristiwa penghakiman massa yang menewaskan seorang pria terduga pelaku pemerkosaan di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, semakin memicu reaksi keras dari masyarakat. Selain mempertanyakan respons aparat keamanan, warga juga mengecam tindakan tidak manusiawi terhadap jenazah pelaku setelah ia tewas.

Kejadian ini bermula dari dugaan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap seorang wanita hingga mengalami luka parah. Setelah melarikan diri selama beberapa hari, terduga pelaku ditemukan warga di wilayah Desa Rappoala. Situasi kemudian memanas hingga warga mengikat dan menyeret pelaku menggunakan motor sejauh ratusan meter, yang akhirnya menewaskan pria itu di lokasi.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Namun yang kemudian menuai kecaman lebih luas adalah tindakan lanjutan setelah pelaku dinyatakan meninggal. Beberapa warga disebut masih menyeret jenazah tersebut berkeliling, sebuah tindakan yang dianggap tidak mencerminkan nilai kemanusiaan.

 

Warga Pertanyakan Kinerja Polisi

Di tengah memanasnya suasana, banyak warga mempertanyakan keberadaan aparat saat kejadian berlangsung cukup lama.

“Kejadian ini lama berlangsung, ke mana polisi saat itu? Aparat seharusnya hadir sebelum semuanya terlambat,” tulis salah seorang warga.

Komentar di media sosial juga menuding bahwa petugas disebut “sudah bosan” menangani terduga pelaku karena diduga sering mengulang tindak kriminal. Meski begitu, kebenaran komentar tersebut masih perlu diverifikasi.

Baca Juga :  Preservasi Jalan Paket 3 Ruas Paleteang–Malimpung Enrekang Dikebut, Gubernur Sulsel: Doakan Berjalan Lancar dan Hasilnya Maksimal

Harapan Warga: Polisi Jangan Tinggal Diam, Komentar Medsos Juga Harus Diproses

Warga berharap agar pihak kepolisian bertindak tegas terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk pelaku penghakiman massa. Sejumlah komentar provokatif di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan dan fitnah juga diminta untuk ditindak.

“Jangan biarkan komentar-komentar yang menyesatkan atau memprovokasi di Facebook. Semua harus diproses,” ungkap warga.

Pernyataan Sikap Warga: “Kita Mau Hukum Tegak, Tapi Kita Juga Harus Tetap Menjadi Manusia”

Salah satu warga memberikan pernyataan sikap yang kini banyak diperbincangkan. Ia menilai bahwa kematian pelaku adalah akibat spontan dari kemarahan warga, namun tindakan setelah pelaku tewas sangat tidak manusiawi.

“Saya pribadi memandang matinya pelaku adalah akibat kemarahan warga yang spontan. Tapi penyiksaan setelah dia mati itu sungguh mengerikan. Mayat binatang saja harus diperlakukan dengan baik, apalagi mayat manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaku pemerkosaan memang kejam dan harus dihukum seberat-beratnya. Namun, perlakuan warga yang menyeret jenazah adalah tindakan yang bertentangan dengan nilai moral dan kemanusiaan.

“Semua rakyat mau hukum yang adil dan tegak. Tapi kita harus tetap menjadi manusia untuk mewujudkannya,” tambahnya.

Reporter Sattu.

Redaksi.

Tanggapi Berita Ini