Example floating
Example floating
Humaniora

Syair untuk Para Syuhada : “Sujud Terakhir di Balik Lumpur Bencana”

×

Syair untuk Para Syuhada : “Sujud Terakhir di Balik Lumpur Bencana”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Johan Sopaheluwakan

Faktual.net – Jakarta Barat, DKI JakartaJumat (5/12/2025)

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

 

Air mata mengalir bukan hanya duka
tetapi kesaksian kemuliaanmu, Ibu

Tangan yang seharusnya memeluk
kini mengangkat jasadmu dari timbunan longsor

Di puing-puing dan bau lumpur kehancuran
aku temukanmu – bukan terbaring, melainkan bersimpuh

Mukena putihmu utuh, tenang
dalam posisi paling agung seorang hamba: sujud terakhir

Banjir bandang melanda saat kau berdiri di hadapan-Nya
dunia runtuh, tapi kau tetap teguh
menyambut maut di puncak ketaatan

Kau pergi bukan sebagai korban
melainkan Syahidah Sujud – wanita yang pilih Keagungan-Nya
di atas segala kekacauan dunia

Kau ajarku dengan cara terakhirmu:
Sholat adalah benteng, meskipun takdir air bah menghantam

Aku peluk mukena basah berlumpur
dinginnya menyengat, tapi jiwaku merasakan kehangatan abadi

Kehilanganmu adalah penderitaan
namun menyaksikan caramu pergi adalah kehormatan dari-Nya
air mata ini kini menjadi air syukur

Terima kasih, Ibu

Aku akan selalu ingat pesan keimananmu:
Pilihlah Allah, dan Dia akan pilih cara terbaik untuk menjemputmu

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit