Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaHeadlineHukumMetropolitanNasionalPemerintahan

Sudin SDA Jakarta Utara Gagal Kendalikan Banjir, Tiap Tahun Ajukan Anggaran Proyek

6
×

Sudin SDA Jakarta Utara Gagal Kendalikan Banjir, Tiap Tahun Ajukan Anggaran Proyek

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net, Jakarta- Banjir di jakarta utara diduga akibat proyek penanggulangan banjir tidak berjalan dengan semestinya. Dan diduga juga pelaksanaan proyek oleh perusahaan kontraktor tidak sesuai gambar atau spek.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Hal ini diungkapkan oleh Robert Simanjuntak selaku Pimpinan Lsm Tipikor RI DPD DKI Jakarta yang juga pernah sebagai Pemborong atau Kontraktor pada Minggu(3/3), dipintu air Jalan RE Martadinata.

“Banjir tiap Tahun terjadi di Lokasi yang sama, dan hanya melakukan Penyedot Air, tetapi Kasudin SDA Jakarta utara, Adrian Mara Maulana.ST.MSi diduga tidak memantau lokasi terjadinya banjir untuk merancang dan merencanakan pekerjaan penanggulangan banjir yang tepat sasaran,” Ucap Robert.

Sambung Robert, Dengan terjadinya banjir di Jakarta Utara dilokasiyang sama dan yang akhirnya memaksa masyarakat untuk menikmati banjir, diduga karena pelaksanaan proyek pekerjaan penataan penanggulangan banjir yang belum sesuai dengan penggunaan anggaran yang diajukan setiap tahunnya, karena diduga adanya Penyerangan Anggaran oleh Kuasa Pengguna Anggaran yaitu Jjaran Kasudin SDA Jakarta utara dengan Pemborong atau Kontraktor Pelaksana Proyek.

“Kami telah beberapa kali memberikan Informasi kepada Inspektorat Provinsi DKI Jakarta dan Irbanko Jakut, serta Gubernur tentang dugaan penyelewengan anggaran dan juga hasil kerja dari kontraktor yang diduga tidak sesuai Gambar atau KAK (ketangka acuan kerja),” Kata Robert.

Lanjut Robert, bisa dilihat dipintu air yang terdapat di jalan RE. Martadinata, tepatnya sisi Pelabuhan Tanjung Priok, tidak jauh dari Terminal Tg. Priok, Pintu Airnya berada sejajar dengan jalan. Dan pintu saluran air yang menuju ke laut melalui pelabuhan supaya diperbaiki atau dibesarkan seperti letter V dan juga agar jalan ditinggikan.

“untuk apa Sudin SDA Jakut membuat pintu air dengan cara kerjanya pintu air ditutup, untuk mesin pompa mobil berjalan menyedot air yang disalurkan ke laut, sedangkan banjir setiap hujan terjadi akibat jalan kurang tinggi dan seakan Pembuatan pintu air ini pemborosan anggaran oleh Sudin SDA Jakut,”Ucapnya.

Baca Juga :  Cuaca Tak Bersahabat, PJ Desa Rappolemba Kejar Penyelesaian Lapangan Bajiminasa Jelang Lebaran

Robert simanjuntak menambahkan, bahwa dirinya pernah mendapatkan informasi bahwasannya, Mantan Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum yang sekarang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA, pernah memberikan Penghargaan ke Sudin SDA Jakarta Utara Adrian Mara Maulana,ST.MSi, Sebagai Presentase Penyerapan Anggaran Tertinggi di Lingkungan Sudin SDA 5 kota dan Kab.ADM Kepulauan Seribu, beberapa waktu yang lalu.

“Pemberian Penghargaan, oleh Plt. kadis SDA tetapi dilingkungan setiap Tahun masih tetap Banjir, jadi kemana Anggaran Tertinggi dijalankan?,” Tanya Robert.

“Saya menyampaikan suatu kejadian yang dilakukan oleh Jajaran Sudin SDA Jakut, yang menjual Tanah Galian Waduk Belibis yang Dijual Ke Bekasi yang mempergunakan fasilitas pemerintah, begitu juga Anggaran DKI yang tersedot untuk proyek Waduk Belibis, dan sudah ada Laporan Pengaduan ke Polda Metro Jaya dan ditindaklanjuti dan diperiksa Polres Metro Jakarta Utara. Dan harapan warga Mohon Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Plt. Ika Ningrum Agar bertindak kejalan yang benar,” Tambahnya.

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Robert simanjuntak menyatakan keheranannya, terkait penunjukan Adrian Mara Maulana sebagai Plt. Kasudin Jakarta Pusat, dimana kasudinnya yang dicopot karena membawa pjlpnya ke Bekasi yang menggunakan seragam pjlp untuk melakukan suatu kegiatan pekerjaan.

“Kasudin SDA Jakpus dicopot karena bawa pjlp-nya untuk kerja di Bekasi langsung dicopot dari Jabatannya, lah ini kasudin Jakut yang sudah ada pelaporan ke APH (aparat penegak hukum Polri maupun Kejari) malah jadi plt, kalo Laporan ke Kejari Jakut hasilnya menyatakan ada Pencurian-pencuria bahan materil dan lain-lain di sudin SDA Jakut, belum bisa saya beberkan,” Ujarnya

Terkait peristiwa pemberian penghargaan oleh Plt. Kadis SDA DKI Jakarta kepada Kasudin SDA Jakut melalui Aplikasi WhatsAppnya belum mendapatkan Penjelasan dari kedua pihak.(zul)

Tanggapi Berita Ini