faktual.net, Kendari, Sultra. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pembiayaan menyelenggarakan Tournament Tenis Meja di Kota Kendari. Bertempat di Aula Balai Penggerak Guru Sulawesi Tenggara (Sultra), Permodalan Nasional Madani (PNM) selenggarakan Turnamen Tenis Meja PNM Kendari Cup I pada Sabtu, 20 Januari 2024.
Berlangsung selama dua hari, yakni 20 – 21 Januari 2024, pertandingan tersebut diikuti oleh 64 peserta se Sulawesi Tenggara. Yang unik dari pertandingan ini adalah tidak ada batasan usia bagi peserta sehingga bisa diikuti oleh semua kelompok umur.
Kegiatan tersebut menghadirkan Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si selaku Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sultra. Dalam sambutannya, Sudarmanto Saeka berucap syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena saat ini Tenis Meja mulai ramai menjadi olahraga pilihan masyarakat Sultra.
“Kita bersyukur sebab Tenis Meja Sultra mulai bangkit, hampir semua instansi yang ada di Sultra mulai menggalakkan olah raga Tenis Meja”, ucapnya.
Sudarmanto berharap agar Tenis Meja kedepan bisa berkontribusi mengharumkan nama Sultra di kancah nasional dan internasional, sebab dimasa lalu Sultra pernah memiliki atlet Tenis Meja yang mewakili Indonesia sampai di kancah Asia.

“Kita menaruh harapan agar club – club Tenis Meja yang ada di Kota Kendari melakukan pengkaderan terhadap anak – anak muda mulai dari Pra Kadet, Kadet, Junior dan Senior. Sehingga bisa melahirkan atlet – atlet Sultra yang berprestasi.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, mengapresiasi perkembangan Tenis Meja dibawah kepemimpinan Sudarmanto Saeka.
Dikatakannya bahwa Tenis Meja saat ini mulai ramai melakukan pertandingan, ini pertanda bahwa Tenis Meja Sultra mulai digemari dan mulai hidup ditengah masyarakat.
Dia berkata, bahwa sebagai manusia penting kita menggalakkan semangat olahraga lahir dari dalam diri, salah satunya adalah dengan menghidupkan Tenis Meja sebagai salah satu olahraga pilihan.
Pembukaan pertandingan ditandai dengan pertandingan Exhibition antara Abdurrahman Shaleh dan Sudarmanto Saeka.
Reporter : Aco RI
















