Faktual.Net, Batang, Jateng – Polemik pendirian pagar besi oleh pengelola Safari Beach Jateng yang sebelumnya disorot karena dinilai memprivatisasi ruang publik akhirnya menemui titik terang. Pagar besi yang sempat membatasi akses masyarakat ke area pantai tersebut kini telah dibuka.
Sebelumnya, keberadaan pagar itu menuai reaksi dari sejumlah pihak karena dianggap membatasi hak masyarakat untuk mengakses ruang publik di kawasan pesisir. Isu ini bahkan ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Batang.
Sejumlah warga menyebut, sebelum dipasangi pagar, area tersebut biasa dimanfaatkan untuk aktivitas umum seperti memancing, berolahraga, hingga sekadar menikmati pemandangan pantai. Namun setelah pagar berdiri, akses masyarakat menjadi terbatas dan memunculkan kesan adanya penguasaan ruang publik oleh pihak swasta.
Menanggapi polemik tersebut, pihak pengelola akhirnya membuka kembali pagar besi yang sebelumnya dipasang. Pembukaan pagar ini disambut positif oleh warga yang berharap akses publik ke kawasan pantai tetap terjaga tanpa mengganggu operasional wisata.
“Saat ini pagar sudah dibuka. Kami berharap ke depan ada komunikasi yang lebih baik antara pengelola dan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar salah satu warga setempat.
Sementara disampaikan oleh salah satu pihak dari Safari Beach Jateng (SBJ) Akhmad Almunasifi menyampaikan bahwa pihaknya sudah membuka kembali pagar besi tersebut.
“Untuk orang yang akan melakukan kegiatan memancing, sudah tidak ada lagi pagar besi yang menghalangi, sudah dibuka sesuai aspirasi warga, tidak ada penghalang sama sekali,” ujarnya saat ditemui di lokasi SBJ.
Sejumlah pihak menilai langkah ini sebagai respons atas aspirasi masyarakat dan bentuk komitmen untuk menjaga keseimbangan antara investasi pariwisata dan kepentingan publik.
Ini menjadi pengingat pentingnya transparansi serta koordinasi antara pengelola destinasi wisata, pemerintah daerah, dan masyarakat, terutama menyangkut pengelolaan ruang publik di kawasan pesisir.












