Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaDaerahPeristiwa

Screenshot Viral Ungkap Dugaan Praktik “Negosiasi” Berkedok Media, Jurnalis Bereaksi Keras

78
×

Screenshot Viral Ungkap Dugaan Praktik “Negosiasi” Berkedok Media, Jurnalis Bereaksi Keras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel-  Sebuah tangkapan layar (screenshot) percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan media, viral dan menjadi perbincangan hangat di kalangan jurnalis, insan pers, serta aktivis LSM.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam screenshot yang beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial, terlihat percakapan yang ditujukan kepada seorang kepala sekolah. Percakapan tersebut memuat narasi seolah-olah pihak pengirim mewakili media dan menyinggung adanya laporan yang masuk ke meja redaksi, disertai ajakan untuk “saling mengerti dan membantu”.

Yang menjadi sorotan publik, dalam lanjutan percakapan tersebut juga tercantum penyebutan nominal dana dengan kisaran Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, lengkap dengan nomor akun dompet digital atas nama tertentu. Hal inilah yang kemudian memunculkan dugaan adanya praktik negosiasi permintaan dana dengan mengatasnamakan media.

Screenshot tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam reaksi. Sejumlah jurnalis mengecam keras praktik tersebut karena dinilai mencederai marwah pers dan bertentangan dengan kode etik jurnalistik. Mereka menegaskan bahwa kerja jurnalistik tidak boleh dikaitkan dengan permintaan imbalan dalam bentuk apa pun, terlebih kepada institusi pendidikan.

Baca Juga :  Genjot Pekerjaan Meski Cuaca Tak Bersahabat, PJ Desa Rappolemba Targetkan Lapangan Bajiminasa Siap Dipakai Lebaran

Di sisi lain, beberapa aktivis LSM juga menyayangkan jika benar ada oknum yang mencatut nama LSM maupun media untuk kepentingan pribadi. Mereka menilai tindakan semacam itu berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga kontrol sosial yang sejatinya berfungsi melakukan pengawasan secara independen dan bermartabat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang namanya tercantum dalam screenshot tersebut. Keaslian percakapan serta konteks lengkapnya juga masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum dan organisasi profesi pers untuk menelusuri kasus ini secara objektif dan transparan. Jika terbukti ada unsur pemerasan atau penyalahgunaan profesi, mereka meminta agar ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Syadir Ali

Tanggapi Berita Ini