Faktual.net, DKI Jakarta – Pertambahan kasus covid-19 menyebabkan kebutuhan rumah sakit semakin meningkat. Situasi tersebut juga terjadi pada Desember 2020 di mana orang-orang berbondong-bondong ke rumah sakit karena ingin mendapat perawatan secara intensif. Banyak masyarakat masih bingung bagaimana cara mendapatkan pelayanan kesehatan untuk pasien Covid-19 yang tidak mengalami gejala dan gejala ringan.
Hasil survey dilakukan Indonesia Resilience (IRES) melalui metode wawancara menyatakan bahwa pengetahuan yang minim membuat pasien memiliki ketergantungan untuk memeriksa kondisi kesehatannya ke rumah sakit.
Pernyataan tersebut mengafirmasi bahwa penuhnya rumah sakit salah satunya diindikasikan oleh pengetahuan masyarakat tentang isolasi mandiri masih terbatas, sehingga ada kebutuhan pengetahuan kesehatan yang harus diperoleh.
Indonesia Resilience (IRES) dan beberapa inisiator seperti; dokter, perawat dan elemen masyarakat menginisiasi gerakan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan konsultasi kesehatan secara daring (telemedik) serta gratis terkait Covid-19 yang dinamakan gerakan “Dokter Virtual”.
“Gerakan “Dokter Virtual” merupakan gerakan kolaborasi antar elemen relawan dokter, relawan paramedis dan masyarakat umum untuk pendampingan kesehatan secara daring yang sifatnya konsultatif untuk pasien yang terinfeksi Covid-19,” demikian keterangan resmi IRES.
Gerakan sebagai alternatif untuk masyarakat dalam memberikan fasilitas kesehatan berupa konsultasi virtual dan pendampingan berkala terhadap pasien dengan gejala ringan dan OTG (orang tanpa gejala). Gerakan Dokter Virtual batch 1 akan dilaksanakan sampai tanggal 22 Juli 2021.
“Total pendaftaran masuk dalam form online yang kami sediakan sejak 4 Juli 2021 mencapai 280 orang dari launchingnya gerakan ini (dibaca: Dokter Virtual). Dari total pendaftar yang masuk kami baru melayani sekitar 30% dari total pendaftar.
Hal tersebut merupakan bentuk langkah kecil yang telah kami lakukan dalam keterbatasan yang kami punya,” tulis keterangan tersebut.
Layanan konsultasi perdana Dokter Virtual dilakukan pada 5 Juli 2021 melalui google meet. Pasien yang mendapatkan pelayanan konsultasi menyatakan senang dan terbantu melalui program ini.
“Dokternya ramah sekali. Semoga kita semua cepat sehat kembali,” kata Tn.A, salah satu pasien yang sudah mengikuti konsultasi dalam program Dokter Virtual.
Kebutuhan masyarakat terkait kepastian kesehatan menjadi urgensi bersama dalam kondisi sulit seperti ini. Kami mengajak masyarakat luas; dokter, perawat, paramedis dan orang baik yang ingin terlibat untuk berpartisipasi dalam gerakan ini.
Gerakan ini menjadi kepemilikan bersama untuk diadaptasi, direplikasi atau apapun bentuknya sebagai ikhtiar bersama dalam menyelesaikan Covid-19 di Indonesia.
“Kami menyarankan masyarakat untuk tetap di rumah sampai kondisi membaik, dan mendorong pemerintah untuk bekerja ekstra sampai Covid-19 terkendali. Serta kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masyarakat mengkritik, memberi masukan dan bersumbangsih dalam bentuk apapun. Sehat adalah prioritas kita hari ini, kita galang kekuatan untuk sembuh bersama,” pungkasnya.
Reporter: M. Yusuf















