Faktual.Net, Serang, Banten – Rencana akan dimulainya sekolah tatap muka disambut baik para tenaga pendidik, selain melengkapi sarana pencegahan COVID-19, sekolah pula melakukan tes GeNose untuk mendeteksi para tenaga pendidik sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Tes GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyono, MSi., dan dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc, Ph.D, Sp.A dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, adalah alat pengindera elektronik cerdas yang dapat melakukan penapisan/skrining terhadap infeksi SARS-CoV-2 melalui hembusan nafas pasien.
Salah satu Yayasan Pendidikan Islam Ibadurrahman sedang melakukan GeNose bertempat di SDIT Ibadurrahman Ciruas, GeNose dipandang penting untuk mendeteksi COVID-19 bagi guru dan siswa sebelum proses belajar dimulai.
Melalui Ibu Yeni Supraptini. S. Pd selaku Dewan guru SDIT Ibadurrahman, mengatakan, dalam rangka menyambut pelajaran tatap muka (PTM) dilingkungan Sekolah SDIT Ibadurrahman, kami menggelar GeNose yang tujuannya untuk mengantisipasi, serta mencegah juga guna memutus mata rantai COVID-19.
“Kami melakukan GeNose ini guna untuk menyambut PTM serta memastikan bahwa semua pegawai dan para tenaga pendidik di Yayasan Islam Ibadurrahman Ciruas benar-benar non reaktif COVID-19,” ujar Yeni.
Yeni menambahkan, selama ini sarana pencegahan COVID-19 sebelumnya telah disiapkan oleh pihak sekolah diantaranya alat cuci tangan, handsanitizer, masker serta secara rutin dilakukan penyemprotan disinfektan, namun untuk memastikan kondisi guru dan siswa sekolah akan melengkapi dengan GeNose.
“Rencananya akan menerapkan sekolah tatap muka secara bertahap, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan juga tetap menunggu keputusan dari pemerintah, setelah benar-benar dirasakan aman maka baru akan diterapkan tatap muka secara keseluruhan,” tambahnya.
(Oman)
















