Faktual.Net, Tidore. Sikap Arogansi yang ditunjukan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tidore Kepulauan karena tidak menerima kritikan yang disampaikan salah satu pedagang di Tugulufa terkait dengan pemasangan tenda yang mereka lakukan, sehingga mereka (Satpol PP) kemudian mendatangi salah satu pedagang di tugulufa sambil menunjukan sikap tidak menyenangkan itu, kini telah ditelusuri oleh Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Tikep Yusup Tamnge.
Kepada media ini, dia mengatakan bahwa langkah yang ditunjukan anggotanya itu adalah sebuah kesalahan dalam menerjemahkan perintah atasan, dimana tenda yang sesungguhnya dipasang bukan tenda yang berukuran seperti tenda pengungsi, melainkan hanya berukuran kecil seperti tenda milik Disperindakop Kota Tikep yang biasa disalurkan kepada pedagang. Pasalnya tenda itu nantinya dijadikan untuk pos pengamanan.
“Mereka salah mengerti, sebenarnya tenda yang dipasang itu bukan tenda yang berukuran sebesar itu, melainkan tenda yang kecil saja. Jadi pemasangan tenda itu untuk dijadikan pos sementara pengamanan ditempat-tempat umum, guna menjaga ketertiban, jadi kami telah memprogramkan ada beberapa pos yang dimulai dari Pasar Goto, pasar sarimalaha sampai ke lokasi tugulufa,” ungkapnya kepada media ini melalui telephone Jumat, (1/2/19) malam.
Untuk itu, Yusup mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan kepada anggotanya untuk membongkar dan memindahkan tenda tersebut dengan menggunakan tenda yang berukuran kecil, dan rencanya pemindahan itu akan dilakukan pada Sabtu, (2/2/19) pagi ini. “Setelah selesai kegiatan car fre day sudah akan dipindahkan, tapi kami tidak akan menggunakan tenda itu lagi, karena tenda itu dipakai untuk pengungsi,” ujarnya.
Sementara terkait dengan sikap arogansi yang ditunjukan sejumlah Anggota Satpol PP yang dipimpin oleh Abdullah (Mantan Kasatpol PP) itu, Yusup mengaku bahwa ia akan memberikan sanksi tegas secara internal, sebab apa yang ditunjukan oleh mereka itu telah memunculkan stigma negatife kepada pemerintah terutama Walikota Dan Wakil Walikota Kota Tikep.
“Tidak mungkin pak wali dan pak wakil menyuruh pasang tenda disitu, lagipula saya dengan pak sekda juga sudah turun ke lokasi dan pak sekda juga tidak tau hal, karena dia pikir tenda yang dipasang itu kecil, ternyata tenda itu besar. jadi tidak ada arahan ini murni kesalahan anggota saya, jadi mereka akan dilakukan pembinaan, dan Satpol PP ini tidak seperti dulu, yang ketika ada masalah harus bentak-bentak. Dan itu sering saya sampaikan disetiap Apel, jadi jangan mentang karena kita Satpol kemudian melakukan tindakan yang tidak menyenangkan,” tambahnya.
Olehnya itu, Yusup berharap masalah tersebut tidak perlu diperlebar, sebab ini hanya kesalahpahaman yang juga sudah diselesaikan oleh Pak Sekda Asrul Sani Soleman dengan pedagang bersangkutan (Mustafa Adam) yang merupakan pemilik Warung Kopi (Warkop) Sahabat. Dan pihaknya juga telah menyadari bahwa keberadaan tenda tersebut telah menutup lahan usaha milik pedagang yang berjualan diaeral sekitar situ.















