Faktual.Net, Buton Tengah, Sultra – Bupati Buton Tengah (Buteng) H. Samahuddin, SE meninjau tiga Posko Siaga Covid-19 yakni, Posko Desa Baruta Lestari, Kecamatan Sangia Wambulu, serta Posko Desa Kolowa dan Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Selasa (28/4), kurang lebih mulai pukul 19.45 sampai 22.00 WITA.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Safari Pencegahan Covid-19, yang dilakukan oleh Bupati Samahuddin selama bulan Ramadhan 1441 Hijriah/2020 Masehi.
Dalam kegiatan itu, Bupati Buteng didampingi oleh Sekda Buteng H. Kostantinus Bukide, SH., M.Si, tiga anggota DPRD Buteng dari Fraksi PDI-P yakni Sa’al Musrimin Haadi, SKM, Azaluddin dan Syarifuddin, SH.
Selain itu, hadir juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muhammad Yusuf, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Buteng Abdullah, S.Pd, Kadis Perhubungan La Ode Darmawan Hibali, S.STP, Sekretaris Satuan Pol-PP dan Pemadam Kebakaran Buteng Mashudin, S.Pd, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sarifuddin Fanta, S.IP bersama staf.
“Kunjungan saya setiap malam di perbatasan kecamatan-kecamatan itu untuk pencegahan Corona, saya antisipasi karena di Baubau hari ini sudah zona merah, kemudian Muna juga zona merah, tapi alhamdulillah kita di Buton Tengah dari status zona kuning, sekarang sudah menjadi zona hijau,” ungkap Bupati Buteng kepada awak Faktual.net.
“Saya juga akan memantau kalau ada masyarakat yang masih shalat tarawih di masjid maka saya akan panggil dan menegur Kepala Desanya, karena himbauan dari Pemerintah pusat maupun MUI jangan dulu ada yang tarawih di masjid, tarawihnya cukup dilakukan di rumah masing-masing, ini untuk mencegah penyebaran virus Corona, maka kita harus patuhi demi keselamatan kita semua,” sambungnya.
Dikatakannya pula, kegiatan tersebut bertujuan untuk menghimbau langsung para relawan yang bertugas di setiap posko, agar memperketat pengawasan di setiap pintu masuk.
“Kita belum adakan pembatasan, tapi kita perketat pemeriksaan dan penjagaan. Intinya yang namanya perbatasan dengan Kabupaten lain baik di Kecamatan Gu, Sangia Wambuli, atau dimana saja, kita harus perketat,” ucapnya.
Ia juga menuturkan, warga dari luar Buteng yang sengaja mengabaikan pemakaian masker maupun pencegahan Covid-19 lainnya bakal ditindak tegas dengan cara dipulangkan ke daerah asalnya.
“Kalau ada warga dari Muna atau dari daerah lain, yang masuk ke Buton Tengah dan tidak memakai masker maka kita kasih keluar, itu tindakan tegas dari Pemda Buteng. Kalau ada keluarga kita yang baru kembali dari perantauan atau dari daerah lain, maka dia harus isolasi mandiri,” tutur Samahuddin.
Saat dimintai tanggapannya, anggota DPRD Buteng asal Kecamatan Sangia Wambulu, Sa’al Musrimin Haadi, SKM mengatakan sangat mendukung dan siap mengawal kegiatan Safari Pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh Bupati Buteng.
“Saya siap mengawal setiap kunjungan yang dilakukan oleh pak Bupati, apalagi ini merupakan kegiatan yang mulia. Kita juga sebagai wakil rakyat mengharapkan, tolonglah agar seluruh masyarakat Buton Tengah punya kesadaran untuk selalu mengikuti himbauan Pemda, masyarakat disuruh untuk pakai masker itu demi kesehatan kita semua, karena kalau satu orang sudah terpapar virus Corona maka itu cepat menular ke orang lain,” kata dia.
Sementara itu, Legislator asal Kecamatan Gu, Azaluddin juga mengungkapkan, pengadaan Posko Siaga-19 berperan penting sebagai pencegah masuknya virus Corona dari daerah luar.
“Pembuatan Posko Siaga Covid-19 itu sangat penting, supaya setiap orang yang keluar atau masuk di wilayah itu bisa dilakukan pemeriksaan suhu tubuh maupun disemprot disinfektan atau disuruh cuci tangan. Alangkah bagusnya bila semua pimpinan desa/kelurahan bisa mendirikan Posko Siaga Covid-19, terutama di pintu masuk kelurahan atau desanya masing-masing, supaya masyarakat gampang dikontrol kesehatannya,” pungkasnya. (**)
Anto Buteng













