Example floating
BeritaDaerahHeadlineHukumKriminalNasionalRagam

Proyek Jalan Barania T.A 2020 Belum Tuntas, Kades: Pelaksana Banyak Bicarana

×

Proyek Jalan Barania T.A 2020 Belum Tuntas, Kades: Pelaksana Banyak Bicarana

Sebarkan artikel ini

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Pekerjaan peningkatan jalan paket 03 ruas Tassoso- Mattirowalie, belum tuntas, hingga dugaan warga dipungut biaya. Diantaranya pekerjaan minor seperti pekerjaan Talud dan Drainase yang terletak di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.

Peningkatan jalan paket 3 khususnya ruas jalan Tassoso – Mattirohalia, berasal dari instansi Pemda Kabupaten Sinjai, satuan kerja dinas PUPR, Pagu Rp 27.016.048.975,00 HPS Rp 26.938.497.058,00, Sumber Dana APBD, pelaksana PT. Yabes Sarana Mandiri.

Saat dikonfirmasi berbagai pihak yakni Pihak PT. Yabes Sarana Mandiri, Arnol dan Kahar, pekerja minornya Iwan dan Kepala Desa Barania, Firman M. Maddopangen, SE. selaku pemerinta setempat Jum’at, (05/03/2021)

“Kita komunikasi langsung dengan pelaksana pak, karena Kahar yang tau semua disana” tandas Arnol.

Terkait, penanggun jawab diruas Tassoso-Mattirowalie, pekerjaan siapa dan punya Perusahaan siapa.? Di ketahui disaat itu Tipikor Polda Sulsel Turung meninjau.

Berita terkait: https://faktual.net/tipikor-polda-sulsel-bersama-kontraktor-pelaksana-tinjau-proyek-di-sinjai/

“Saya sudah tanggungjawab pak, Kalau mau komunikasi jelas, jangan WA (Whatsaap) pak, temu langsung, Soalnya tampa izin saya, kita buatkan berita lagi, Saya tanya dulu, kenapa tidak langsung di PU ?,” ucap Arnol saat di konfirmasi lewat WhatsApp.

Sementara pihak pelaksana dilapangan yang disebut oleh Arnol, yaitu Kahar, saat di konfirmasi terkait adanya pungutan biaya pada pasangan batu, pihaknya menepis bahwa pihak perusahaannya hanya membayar sesuai apa yang Subcon kerjakan dan perusahaan tidak pernah melakukan pungutan biaya dari warga sekitar.

“Maksudnya bos ku ada di pungut biaya dari warga sekitar untuk pekerjaan pas batu?, dari siapa sumbernya itu bos ku?,” tanya Kahar.

Baca Juga :  Bupati Sleman Terima Panitia PEWARNA Award DIY 2026, Apresiasi Agenda Penghargaan dan Doa Lintas Agama

“Makanya mau cari tau bos ku, karena kami dari pihak perusahaan kami hanya membayar sesuai apa yang subcon kerja dan kami dari perusahaan tidak pernah pungut biaya dari warga sekitar, buat apa, sedangkan ada biayanya sendiri, kalau ada kata begitu dan mengatas namakan Perusahaan, sebagai penanggung jawab perusahaan akan cari tau siapa orangnya karena sudah mencoreng nama baik perusahaan,” tambahnya.

Sementara di ketahui, iwan sebagai pekerja, dia mengakui ada pembayaran karena volume tidak cukup ada permintaan masyarakat. Tak hanya itu, diakhir kalimat Iwan, sempat menyindir.

“Ada pembayaraan di ambil oleh H***i cuma saya tidak tau berapa, tapi saya tauji masyarakat yang membayar, saya sudah juga sudah tanya pak desa dan kalau mengenai pekerjaan itu belum selesai karena masih ada yang belum di plasteran”. ucap Iwan saat di hubungi lewat telepon seluler.

“Kau ini saya lihat kalau tidak adami kukasihkanko apa – apa mauma mubantin bela,” sindir Iwan saat di konfirmasi

Disisi lain, Kepala Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Firman M. Maddolangen S.Sos, merasa gerah sebab pekerjaan jalan ruas Mattirowalie-Tassoso, belum selesai, sebagai pemerintah setempat, ia merasa malas dan gerah kordinasi, pihaknya menganggap pelaksana banyak bicara.

“Masih begituji pekerjaanya, berhentiki kaya’nya bekerja, saya malaska konfirmasi sama pelaksana karena terlalu banyak bicaranya” tutup Firman.

Editor: Dzul.

Tanggapi Berita Ini