oleh

Produktivitas Titik Temu Dunia Usaha dan Dunia Akademis, Sektor Perikanan Sultra Peluang Produktivitas

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Sulitnya mempertemukan orientasi dunia usaha dan dunia akademis selama ini, dinilai oleh Direktur Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Ilham, S.St.Pi., M.Sc., M.Ag., Ph.D, membuat terjadinya kesenjangan keduanya. Betapa tidak hal ini dikarenakan oleh perbedaan orientasi masing-masing institusi, dunia usaha atau bisnis yang berorientasi pada benefit sementara dunia akademis kampus berorientasi pada sains atau keilmuan. Penjelasan tersebut terungkap kegiatan Workshop Alat Teknik Metode (ATM) Produktivitas pada Associate Member, oleh Kementerian Tenaga Kerja RI,  di Kota Kendari,15-17/6/2021.

Salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat, oleh kampus Polikteknik Ahli Usaha Perikanan, menurut Ilham yaitu menurunkan mahasiswa taruna-nya untuk kegiatan pemagangan, durasi satu hingga sembilan bulan ke perusahaan, untuk terjun langsung ke lapangan guna bermitra kepada dunia usaha dan dunia bisnis (Dubi), namun terkadang oleh Dubi, kehadiran mahasiswa dianggap sebagai hal yang merepotkan, sebab harus menyiapkan data-data yang diminta oleh mahasiswa praktek- magang. Menurut Ilham, awalnya banyak Dubi yang menolak pemagangan atau praktek mahasiswa taruna Polikteknik-nya, tetapi setelah dilakukan sejumlah pendekatan, maka satu hal yang mempertemukan orientasi  keduanya, yaitu pendekatan produktivitas.

“Hanya melalui pendekatan produktivitas-lah yang akhirnya mempertemukan antara dunia usaha dunia bisnis, dengan dunia akademis, dimana selama ini masing-masing memiliki orientasi berbeda, antara benefit dan sains,” urai Ilham.

Salah satu upaya kongrit Politeknik Ahli Usaha Perikanan, dibawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lanjutnya adalah terlibat dalam workshop produktitas seperti ini, serta aktif mengirim mahasiswa taruna untuk magang di perusahaan industri perikanan, tujuannya mendongkrak program produktivitas di perusahaan. Adapun data-data perusahaan yang dikumpulkan oleh mahasiswa seperti data  tenaga kerja, laporan financial dan lainnya, bertujuan mengukur aspek produktivitas perusahaan, sebab tampa data, maka aspek produktivitas sulit diukur, lanjut lelaki asli Kabupaten Konawe yang telah lama merantau dan berkiprah di tingkat nasional dan internasional ini.

Menjabat sebagai Direktur Politeknik Ahli Usaha Perikanan, naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini, pihaknya telah banyak berkolaborasi menjalin kemitraan dengan pemerintah kabupaten dan provinsi di Indonesia, antara lain di Tangerang dan Kalimantan, dimana pemerintah kabupaten dan provinsi meminta pihaknya melakukan pendampingan, bagi pelaku industri perikanan pengolahan maupun budidaya, melihat potensi yang bisa dikembangkan kemudian membuat terobosan dalam bentuk produk perikanan, guna mendapatkan sentuhan nilai tambah. Ia dan tim berharap kedepan bisa berkolaborasi dan bermitra dengan pemerintah Sulawesi Tenggara. Lanjutnya, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendongkrat produktivitas bidang perikanan di Sulawesi Tenggara, olehnya itu semua pihak harus bahu membahu di sektor ini untuk mendatangkan benefit bagi semua, melalui kekuatan kolaborasi.

“Jumlah ikan yang berlimpah belum bisa bernilai kalau belum bisa dijawantahkan dalam nilai financial atau manfaat ekonomi, oleh karena itu maka penguatan jejaring kerjasama untuk menembus pasar baik domestik maupun pasar nasional, pasar internasional mutlak dilakukan, karena dengan begitu maka akan berjalanlah sistem produktivitas ekonomi untuk suplay change di industri perikanan, Sultra terkenal akan sumber ikan tuna dan ikan karang yang berlimpah,” jelas Ilham yang mengaku tetap menjalin kemitraan dengan pihak Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sejak riset tahun 2000 hingga saat ini.

Bila dibandingkan dengan daerah lain, penilaian lelaki 42 tahun ini bahwa, Sultra bukannya tidak berkembang, namun daerah lain perkembangannya lebih pesat cepat, sehingga Sultra seolah tidak bergerak, oleh karena itu ia berharap Sultra segera melakukan penyesuaian, harus mampu beradaptasi, mendorong sumber daya kelautan dan perikanan, melalui pendekatan inovasi dan teknologi sebagai kunci pelecut.

Workhsop Fasilitasi ATM Produktivitas pada Associate Member, yang dilaksanakan oleh Kementerian Tenaga Kerja RI (Kemanaker) di Kota Kendari, se-Sulawesi putaran empat dari delapan workshop yang direncanakan se-Indonesia itu, di buka resmi secara virtual oleh Direktur Bina Produktivitas Dr. Ghazma\]hadi, ST, MM di Jakarta,  melibatkan 70 peserta mewakili empat unsur pentahelix atau pemangku kepentingan yaitu pemerintah diwakili oleh Unit Pelaksana Tehnis Pusat (UPTP) Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari, Balai Latihan Kerja (BLK) se-Sulawesi, Dinas Tenaka Kerja Kota dan Provinsi se-Sulawesi, perwakilan Dubi dari Forum UKM-IKM Sultra dan Asima Kota Kendari, serta helix akademis dari Universitas Haluoleo dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari.

Adapun narasumber workshop berasal dari pihak Kemenaker yaitu, Koordinator Pengembangan Sistem & Metode Peningkatan Produktivitas Aris Harmanto, Direktur Politeknik Ahli Usaha Perikanan dan Ketua IPRIDEAFISH Ilham, S.St.Pi., M.Sc., M.Ag., Ph.D dan tim member Fitriska Hapsari, S.Pi.,M.Si, serta Pendiri & Direktur SMI Management Consultant Jakarta  dan sekaligus Master Trainer Kaizen dan Score Global Expert, Isnanto W, membawakan materi Pengantar Produktivitas ATM  Matriks Produktivitas Helix hari pertama, dan pada hari kedua memandu diksusi sharing best practice peningkatan produktivitas sektor industri melalui Kaizen.

Reporter: Wa Ode Deli Yusniati

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :