oleh

Petani Trans Maidi Butuh Peningkatan Infrastruktur

Faktual.Net, Tidore. Meningkatnya potensi hasil pertanian di Trans Maidi Desa Maidi kecamatan Oba Selatan Kota Tidore Kepulauan berupa tanaman Tomat dan Buah Naga tentu membutuhkan peningkatan infrastruktur untuk mempermudah para petani dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka.

Demikian disampaikan ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur Arianto Abd. Razak kepada media ini saat ditemui di Lokasi Trans Maidi Senin, 26/11/2018. Dimana menurut dia, dengan melimpahnya hasil pertanian sudah sangat membuat para petani cukup senang, untuk itu sebagai ketua Gapoktan yang membawahi 8 kelompok tani di Trans Maidi yang terdiri dari SP1 dan SP2 itu, meminta agar adanya perhatian serius dari pemerintah daerah kota tikep mengenai infrastruktur terutama soal jalan utama masuk Trans Maidi serta jalan tani masuk ke kebun pertanian.

“Petani sudah sangat senang dengan kepedulian Dinas Pertanian, tinggal didukung oleh infrastruktur. Karena jalan ini kerap membuat kami kesulitan jika mengeluarkan hasil pertanian. Jadi di acara panen ini kami juga mengundang Dinas Perhubungan dan Dinas Perindagkop untuk membicarakan masalah jalan dan pemasaran, tetapi mereka tidak hadir,” ujarnya.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Rumah Tahfidz Qur'an Desa Manimbahoi di Hadiri Anggota DPRD Gowa

Menanggapi keluhan Petani di Trans Maidi, kepala Dinas Pertanian Kota Tikep Imran Jasin ikut angkat bicara, dia mengatakan masalah pertanian tidak bisa sepenuhnya diberikan begitu saja kepada Dinas Pertanian Kota Tikep, sehingga perlu dikeroyok secara bersama oleh Instansi lainnya. Seperti Dinas Transmigrasi, Dinas pekerjaan Umum, dan Dinas Perindagkop.

Baca Juga :  DPRD Kuras Uang Daerah 12 Milliar Setahun, Wali Kota Dan Wakil Lebih Hemat

Pasalnya, tidak semua kewenangan yang menyangkut dengan permasalahan di petani itu bisa disikapi oleh Dinas Pertanian, seperti pembangunan jalan, pembenahan lokasi Trans Maidi dan soal pemasaran terhadap hasil pertanian, mengingat fungsi dinas pertanian hanya sebatas memberi dukungan kepada petani dalam bentuk alat-alat produksi serta pembinaan guna terciptanya petani yang profesional untuk mewujudkan harapan walikota dan Wakil Walikota yang akan menjadikan Tidore sebagai Kota Jasa berbasis Agromarine.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :