
Faktual.Net, Buteng, Sultra – Gerakan Rakyat Demokrasi dan Advokasi (GARDA), soroti soal lambanya pencairan Beasiswa Samatau tahun 2022 dan akan melakukan gerakan demonstrasi di Buton Tengah (Buteng).
Pencairan beasiswa tersebut, membuat para mahasiswa khawatir dan bingung. Sejauh ini perkembangannya belum terealisasi dan inforamasi dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) simpangsiur.
“Kabag Kesra Pak Ahmad Nasmudin, hanya pandai mengumbar janji kepada mahasiswa dengan statmen yang beragam dari bulan ke bulan,” kata Inal Pram Kabid advokasi dan kajian isu Garda Buteng.
Ia merasa heran dalam penundaan pencairan beasiswa dengan statmen yang tidak jelas, memperlihatkan hal yang sangat di luar nalar, soal jumlah penerimaan beasiswa dari 481 yang dinyatakan lulus berkas dan memenuhi kriteria berdasarkan pengumuman hasil keputusan tim seleksi yang bernomor 01/PAN.BEASISWA/III/2022.
“Penundaan beasiswa ini aneh karena memperlihatkan hal yang sangat di luar nalar yaitu ada penggelembungan penerima beasiswa dari julmlah 481 mahasiswa yang dinyatakan lulus, kini menjadi 2000 mahasiswa,” terangnya.
Inal Pram mempertanyakan dari mana pengelembungan penerima beasiswa yang sangat di luar nalar ?. Sebab penutupan pendaftaran beasiswa di bulan Februari dan sudah ada penetapan nama-nama serta nominal yang lolos berkas sesuai dengan SK yang diterbitkan.
“Maka dari itu, kami meminta pihak DPRD untuk memanggil Kabag kesra dan memperjelas pengelembungan penerima beasiswa yang saya anggap tidak jelas asalanya,” ungkapnya, Sabtu (03/09).
Selain itu, Garda Buteng mendesak pihak Kesra agar segera mungkin mencairkan anggaran beasiswa kepada seluruh mahasiswa Buteng yang kurang mampu yang sesuai dengan surat keputusan yang telah ditentukan.
“Ketika tidak dicairkan sesuai keputusan SK, maka kami akan melakukan demonstrasi bersama organisasi mahasiswa Buteng dari Jogja, Makassar, Kolaka dan organda lainya,” tegasnya kepada media ini.
Dia juga mendesak Pj Bupati Buteng agar menyikapi polemik beasiswa yang dipertanyakan dari beberapa organda mahasiswa, sebagai tanggung jawab pemerintah dalam rangka mencerdaskan generasi muda.
“Pj Bupati Buteng agar mengambil sikap pencopotan kepada Kabag Kesra, karena kami anggap tidak becus dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” pungkasnya.
Penulis: KRD.













