Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Gerakan Aksi Peduli Sampah dab Kampanye Lingkungan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Mayat perempuan ditemukan mengapung.
Kegiatan ini diinisiasi Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sulawesi dan Maluku (Suma) dan dipusatkan di Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Jumat pagi (16/07/2021).
kegiatan aksi bersih dan kampanye lingkungan ini diikuti kurang lebih 250 orang terdiri dari unsur TNI, Polri, Mahasiswa, ASN, masyarakat desa Tongke-tongke, organisasi kepemudaan dan organisasi pencinta alam.
Kepala DLHK Sinjai, Ramlan Hamid mengatakan, gerakan aksi bersih dan kampanye pengolahan sampah ini merupakan bagian dari peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang telah dilaksanakan bulan Juni lalu.
“Sebagai upaya mendukung optimalisasi program pengelolaan sampah di daerah, khususnya di sekitar kawasan hutan mangrove Tongke-tongke” jelasnya
Kepala UP3 Suma, Darhamsyah menerangkan, alasan besar kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Sinjai.
“hadirnya restorasi ekosistem mangrove yang dinilai telah berhasil dan sudah di akui oleh Kementerian Lingkungan Hidup” ungkapnya
Melalui Darhamsyah, Menteri Lingkungan hidup menitip pesan agar kelestarian ekosistem mangrove dapat dijaga dengan baik.
“Pesan Ibu Menteri ekosistem disini bisa terjaga dengan gerakan ini, apalagi sudah menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain”, ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Sinjai yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai, Andi Zainal Arifin Nur menyatakan agar gerakan tersebut dapat membangun karakter cinta alam bagi generasi muda serta meningkatkan peran generasi muda untuk menjadi ujung tombak konservasi mangrove.
“Aksi peduli sampah dan lingkungan dengan mengusung tema restorasi dan pelestarian ekosistem mangrove ini sejalan dengan semangat dan upaya kita dalam pemulihan serta pelestarian ekosistem mangrove, sehingga diharapkan kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestariannya,” harapnya.
Kegiatan kampanye sementara berlangsung tiba tiba di kejutkan adanya mayat yang mengapung di pinggir sungai area tersebut.

Berkaitan hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua DPD Sinjai aliansi pemantau kinerja aparatur negara (APKAN) RI, Andi Lolo Supu, saat dikonfirmasi, ia benarkan karena berada di tempat kejadian itu.
“sekitar jam 09.00 pagi tadi. kebetulan di Desa Tongke-Tongke ada aksi bersih- bersih dan banyak instansi yang hadir termasuk pihak kepolisian” ucapnya
Lanjutnya. “Tak lama kemudian seseorang berlari memanggil katanya ada orang meninggal. Saya pun menghampiri dan memang benar ada mayat mengapung,” ujar Andi Baso.
Ditambahkan, bahwa korban sempat menghilang semalaman sebelum insiden naas itu terjadi.
“Dari tadi malam di cari keluarganya karena dia (Korban) tidak pulang-pulang. Dan memang sering mencari biri “re. Kerang” disekitaran sungai itu” tuturnya
Terpisah dikonfirmasi, Kapolres Sinjai, Akbp Iwan Irmawan, menyatakan bahwa korban memiliki Riwayat penyakit Epilepsi (penyakit ayam) dan warga Tongke – Tongke.
“Mayat tersebut merupakan warga Dusun Cempae, Desa. Tongke – Tongke, Kec. Sinjai Timur Kab. Sinjai, bernama inisial ZH (21), jenis kelamin perempuan”
ZH telah dikabarkan menghilang oleh keluarganya pada hari rabu tepatnya malam kamis (dua hari yang lalu),
“Korban pertama kali di temukan oleh bapak Tire (60) alamat,Tappe’e kelurahaan Lappa, Kecamatan Sinjai utara, Kabupaten Sinjai, pada saat melintas tepatnya pukul 08.30″ ungkapnya.
Korban ZH, diketahui memiliki Riwayat penyakit Epilepsi (penyakit ayam).
keluarganya juga memang Akui bahwa korban akhir-akhir ini sering terjatuh tiba – tiba (Kejang – Kejang dan pingsan)” jelasnya.
Di tambahkan keluarga korban menolak diotopsi, dan telah di kembalikan kepihak keluarga oleh pihak kepolisian.
“Korban telah di kembalikan ke keluarganya oleh pihak kepolisian sektor sinjai timur, untuk di mandikan dan di makamkan, karena keluarga korban menolak Jenazah untuk diotopsi” tutupnya.
Editor: Dzul















