oleh

Ngaku Dibekingi Anggota Polda, Ketua LPRI: Demi Nama Baik Polri Kapolda Sulsel Harus Periksa Owner Kosmetik yang Diduga Ilegal

Faktual.Net, Makassar, SulselDua orang pengusaha kosmetik NRL yang diduga ilegal bernama Nurul Damayana dan Sartika Diman Skin Care, nampaknya kebal akan hukum yang berlaku di Sulawesi Selatan. Hal itu di karenakan adanya dugaan oknum kepolisian Polda Sulsel yang membekingi kedua orang tersebut.

Dikutip dari Jurnalistindependent.com yang berjudul “Diduga Diback Up Oknum, Polda Sulsel Dinilai Tidak Berani Tangkap Sartika Diman Skin Care Dan Owner NRL”. Menurut pengakuannya bahwa dirinya diback up oleh oknum Kepolisian Polda sulsel.

“Siapa Polisi yang mau tangkap saya. Siapa mau grebek karena sebelum melapor sudah ada yang sampaikan. Pasti bocor teruski kalau mau digrebek tempatku karena informasinya cepatki,” ungkap Owner NRL.

Hal ini tentunya menjadi perhatian Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI) M.Jafar Sainuddin Daeng Ngemba. Ia sangat menyayangkan dengan adanya bahasa yang mengkambing hitamkan pihak Kepolisian Polda Sulsel.

 

Olehnya itu menurut dia, sumber informasi wajib diperhadapkan kepihak kepolisian Polda Sulsel demi menjaga marwah nama baik Institusi Polri.

“Bahasa Nurul Darmayana lebih pada pengrusakan nama baik Institusi pemerintah, boleh jadi hal ini sesuatu yang Dibuat- buat, sehingga pihak owner merasa aman dalam menjalankan bisnisnya yang diduga tidak memiliki BPOM dan Ijin edar bahkan sangat disayangkan pihak person dari kepolisian Polda Sussel dijadikan sebagai kambing hitam,” ucapnya saat dihubungi via pesan WhatsApp, Jumat (13/05/22).

M. Jafar Sainuddin Daeng Ngemba selaku Ketua Umum POROS RAKYAT INDONESIA, meminta pihak kepolisian Polda Sulsel untuk memeriksa Nurul guna mempertanggungjawabkan bahasa yang dilontarkan ke awak media..

Kata Daeng Ngemba, bahwa pernyataan yang menyebut ada oknum yang backup dari pihak kepolisian Polda Sulsel benar adanya maka betapa rendahnya sebuah Institusi Lembaga ternama di Negeri ini tercoreng nama baiknya.

“Para pelaku kosmetik illegal dominan tidak berbadan POM di karenakan produk mereka tinggi akan mercuri, apabila sudah berbadan POM maka produk itu akan susah untuk bersaing di pasaran, karena untuk mendapatkan hasil maksimal harus menunggu sekitar Tiga Bulan pemakaian, sementara konsumen tergiur dengan hasil instan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, bahwa pengakuan ini sangat mencederai pelaku bisnis kosmetik lainnya, karena menjadi propaganda kepada penjual kosmetik lain yang tidak memakai BPOM. Dan secara tidak langsung pihak Owner telah menyatakan sikap bahwa NRL sebagai prodaknya tidak memiliki BPOM.

“Pihak kepolisian Polda Sulsel sepatutnya mengambil tindakan keras, termasuk Badan Pengawasan Obat dan Makanan, jangan terkesan ada pembiaran, atau akan muncul dugaan adanya backup bahkan semua pakai mercuri, makanya semua harus memakai ijin BPOM sementara orang mau instan,” tegasnya.

 

“Owner Kosmetik sangat jelas menyatakan adan oknum kepolisian Polda Sulsel yang membackup mereka, sekiranya Kepolisian Polda Sulsel wajib ada perombakan sistem dan para pengambil kebijakan di tubuh Polda Sulsel dan berharap kepada Kapolri untuk lebih melakukan pengawasan ke Polda Sulawesi Selatan,” tutupnya.

 

Sementara itu dr. Meva Nareza mengungkapkan bahwa bahaya penggunaan Mercuri pada tubuh, bukan hanya merusak kulit akan tetapi mempengaruhi organ tubuh lainnya.

“Termasuk otak, ginjal, paru-paru hingga sistem kekebalan tubuh, bahkan masuknya mercuri kedalam tubuh dapat menyebabkan keracunan,” katanya.

Editor: Anton

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :