Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
AgamaBeritaDaerahHumaniora

Makna Natal Bidan Yastri S.ST: Kasih, Kehadiran, Pengharapan

35
×

Makna Natal Bidan Yastri S.ST: Kasih, Kehadiran, Pengharapan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Makassar, Sulsel– 25 Desember  2025- Di balik kesibukannya sebagai Bidan Yastri.,S.ST bekerja ASN Puskesmas Palangga Kabupaten Gowa memaknai Natal dengan cara yang sederhana namun mendalam. Bagi perempuan kelahiran Makassar yang kini berusia 32 tahun ini, Natal tahun 2025 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat akan kasih karunia yang mengubah hidup.

Sebagai seorang istri, ibu dari dua anak, sekaligus dikenal memiliki jadwal yang padat. Namun, di tengah tanggung jawab profesionalnya, ia tetap menjaga kehidupan rohaninya.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Yastri S.ST  Natal bukan hanya perayaan kelahiran Yesus, tetapi momen ketika kabar keselamatan diberitakan kepada dunia—dan juga kepada saya secara pribadi,” ujar yastri saat ditemui menjelang perayaan Natal.

Ia mengakui, perjalanan hidup tidak selalu berjalan mulus. Ada masa-masa penuh pergumulan, kegagalan, dan kelemahan. Namun justru di situlah makna Natal terasa semakin nyata.

“Natal mengingatkan saya bahwa saya diselamatkan bukan karena kuat atau layak, melainkan karena kasih karunia Allah. Yesus datang sebagai Juruselamat, dan itu memberi pengharapan baru,” tuturnya

Yastri menambahkan, Natal menjadi peneguhan bahwa manusia tidak pernah berjalan sendiri. Ada pengampunan dan pemulihan yang nyata. “Natal mengingatkan saya bahwa saya berharga, saya dikasihi, dan saya diselamatkan di dalam Kristus,” katanya dengan suara tenang.

Dalam pandangannya, apalagi bergelut dunia kesehatan Aparatur Sipil Negara UPTD Puskesmas kecamatan Palangga kabupaten Gowa pelayanan dan menolong sesama manusia adalah bentuk kebaikan kebaikan arti Natal sebenarnya.

Baca Juga :  Cuaca Tak Bersahabat, PJ Desa Rappolemba Kejar Penyelesaian Lapangan Bajiminasa Jelang Lebaran

Perubahan zaman dan kemajuan teknologi tidak seharusnya menggeser nilai utama Natal. Perayaan boleh berubah, cara merayakan boleh berbeda, namun esensinya tetap sama.

“Makna Natal adalah menghadirkan kasih, membawa damai, dan menjadi berkat,” ujar yastri

Hal itu pula yang ia terapkan dalam kehidupan keluarga. Ia menekankan pada keluarganya arti kesetiaan kesederhanaan saling berbagi kasih sayang satu sama lain.

Menurutnya, kebersamaan jauh lebih penting daripada apa yang disajikan. “Setelah ibadah malam Natal, kami berkumpul, makan bersama, berbagi cerita, tawa, dan rasa syukur. Kebersamaan itulah yang membuat Natal terasa istimewa,” katanya.

Bagi Yastri Natal adalah tentang kehadiran—hadir satu sama lain, saling mengasihi saling peduli saling menolong dan hadir dalam rasa syukur atas kasih Tuhan yang mempersatukan keluarga.

Yastri  menyampaikan pesan sederhana yang ingin ia bagikan kepada pembaca dalam merayakan Natal tahun 2025 ini.

“Saling peduli dan layani kebaikan satu sama lain.Damai Natal bersama kita semua”.

Menurutnya, Natal bukan hanya soal apa yang dirayakan, tetapi tentang apa yang dibagikan. Kabar bahwa Yesus telah datang sebagai Juruselamat perlu terus disampaikan, bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui sikap dan kehidupan sehari-hari kabar keselamatan itu tetap terdengar, menjangkau, dan membawa pengharapan bagi banyak orang.tutupnya.

Redaksi Sulsel.

Tanggapi Berita Ini