Example floating
Example floating
BeritaDaerahEkobis

Ketua DPRD Kota Kendari H Subhan ST Dukung Kebijakan Anggaran UMKM Naik Kelas

×

Ketua DPRD Kota Kendari H Subhan ST Dukung Kebijakan Anggaran UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
📷Ketgam: Ketua DPRD Kota Kendari H. Subhan, ST bersama Pengurus Forum UKM-IKM Sultra, Ketua Dr. H. Abdul Hakim, Wakil Ketua Ustad H. Amrin, Sekretaris Dr. Asraf.

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Ketua Dewan Perwakitalan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, H Subhan ST, mendukung kebijakan anggaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kendari, untuk dapat naik kelas. Hal ini diungkapkannya dihadapan para pengurus Forum UKM-IKM Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diruang kerjanya, Selasa (28/12/2021).

“Apa yang menjadi niatan dan rencana program kegiatan pemerintah kota mendapat dukungan kebijakan maupun dukungan alokasi anggaran menuju UMKM naik kelas, sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tampa dukungan semua pihak untuk mendongkrat pertumbuhan ekonomi,” ungkap H Subhan ST Ketua DPRD Kota Kendari.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Menurut orang nomor satu di lingkup DPRD Kota Kendari tersebut, saat ini UMKM mendapat perhatian serius dari semua pihak tak terkecuali dari pemerintah sebagai pertahanan ekonomi keluarga dan masyarakat, khususnya saat badai pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan hampir seluruh aktivitas.

Adapun untuk mendukung UMKM naik kelas di Kota Kendari, maka menurutnya dukungan kebijakan anggaran Pemerintah Kota Kendari terhadap UMKM didukung oleh DPRD Kota Kendari melalui dinas yang bersinergi yaitu Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari.

Masih lanjut ia, untuk menciptakan UMKM naik kelas, seperti harapan pemerintah maka perlu dikawal pendampingannya secara simultan, bahkan diharapakan bisa menciptakan lapangan kerja baru ditengah kondisi pasar yang lesu. Pendampingan tersebut yang paling penting menurut H Subhan ST adalah bagaimana menciptakan pasar, sehingga pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan pasar sesuai kondsi kekinian melalui pasar digital atau online.

“Penjualan saat ini tidak lagi konvensional harus bertemu dipasar membeli, sekarang bisa pesan barang atau makanan bisa langsung diantar didepan pintu rumah. Jadi pasar itu harus mengikuti perkembangan, kalau tidak maka kita akan ditinggalkan,” lanjut H Subhan ST Ketua DPRD Kota Kendari.

Baca Juga :  Libur Sekolah, Wabup Batang Evaluasi Perizinan dan Sanitasi Program MBG
Ketua DPRD Kota Kendari H.Subhan, ST. 📷Foto: Istimewa.

Guna mewujudkan harapan UMKM naik kelas di Kota Kendari, diperlukan pula intervensi dan campur tangan semua pihak. Kendala modal yang banyak dikeluhkan oleh UMKM adalah hal umum, namun bagaimana menciptakan pasar agar ada jejaringan yang terbentuk dan pendampingan oleh mentor kepada pelaku UMKM.

Politisi asal PKS ini berharap agar Forum UKM-IKM Sultra mampu menjadikan referensi atau rujukan apa yang dilakukan pemerintah Kota Kendari untuk dilakukan di kabupaten lain, sehingga ada pengalaman dan pembelajaran.

“Kalau teman-teman ini selaku UMKM provinsi setidaknya apa yang menjadi hal yang dilakukan oleh pemerintah Kota Kendari bisa juga menjadi referensi untuk bagaimana pendampingan di daerah kabupaten kota, ini menjadi kewajiban, keterpanggilan kita juga untuk terus bersama-sama untuk mendampingi agar terjadi pemerataan dan Sulawesi tenggara bisa lahir UMKM baru dan bisa kita tingkatkan umkm naik kelas, menjadi para pengusaha handal yang bisa menjadi pengusaha dan pebisnis,” tegas H Subhan ST Ketua DPRD Kota Kendari.

Sementara itu, Dr H. Abdul Hakim Ketua Forum UKM -IKM Provinsi Sulawesi Tenggara yang didampingi sejumlah pengurus inti, menyampaikan sejumlah aktivitas dan progres kemitraan dan jaringan UMKM yang telah berjalan khususnya di Kota Kendari, sehingga pihaknya berharap tidak saja dari segi dukungan anggaran yang diberikan kepada para penggiat UMKM di Kota Kendari melalui sejumlah program pada instansi terkait, namun juga dari segi regulasi membantu menjejaringkan stakeholder yang ada, agar komponen lokal juga mendapat tempat untuk memainkan peran mediasi sarana komunikasi pemasaran dan pengawalan aktivitas UMKM di Kota Kendari.

“Kami harap ada dukungan media khusus yang menampung saluran komunikasi antara pelaku UMKM dan pihak parlemen terhadap permasalahan UMKM sebagai perekat komunikasi, yang lebih memahami kondisi dilapangan hambatan, kendala maupun progres UMKM, sebab konsitituen pelaku UMKM di Sultra khususnya terbanyak di Kota Kendari, yaitu sekitar tiga ribu dari angka kurang lebih tiga belas ribu, untuk kabupaten-kota se-Sulawesi Tenggara,” urai Ketua Forum UKM-IKM Sultra Dr H Abdul Hakim (RED).

Tanggapi Berita Ini