Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaDaerah

Kepsek SD Negeri Tonrorita Minta Media Telusuri Sekolah Lain: “Bukan Hanya di Sekolah Kami, Semua Sekolah di Biringbulu”

372
×

Kepsek SD Negeri Tonrorita Minta Media Telusuri Sekolah Lain: “Bukan Hanya di Sekolah Kami, Semua Sekolah di Biringbulu”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa , Sulsel– Polemik penyerahan uang usai pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Negeri Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, terus bergulir. Menanggapi pemberitaan yang berfokus pada sekolah yang dipimpinnya, Kepala SD Negeri Tonrorita, Magdalena, meminta agar media juga menelusuri sekolah-sekolah lain yang telah melakukan pencairan PIP. (25/01/2026)

Dalam keterangannya kepada media, Magdalena menyampaikan bahwa apa yang terjadi di SD Negeri Tonrorita bukanlah kasus tunggal, melainkan praktik yang menurutnya juga terjadi di sekolah lain.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

“Kalau mau membuat berita, sebaiknya Bapak juga jalan ke sekolah-sekolah lain. Karena rata-rata orang tua memang ada inisiatif seperti orang tua siswa saya, Pak,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa penyerahan uang tersebut disebut sebagai inisiatif orang tua siswa, bukan permintaan pihak sekolah. Bahkan, menurutnya, praktik serupa terjadi di banyak sekolah yang telah mencairkan dana PIP.

“Bukan hanya sekolahku, Pak, yang ada inisiatif orang tua. Tapi semua sekolah yang sudah pencairan,” lanjutnya.

Magdalena secara khusus menyebut wilayah Kecamatan Biringbulu sebagai area yang perlu ditelusuri secara menyeluruh agar pemberitaan dinilai adil dan berimbang.

“Pokoknya semua sekolah di Biringbulu yang sudah pencairan. Dana langsung ke orang tua siswa,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Kematian Bripda Dirja Terbongkar, Senior Sendiri Jadi Tersangka

Ia juga menilai bahwa apabila pemberitaan hanya menyorot satu sekolah, sementara praktik serupa terjadi di sekolah lain, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan kesan tidak adil.

“Kalau Bapak mengangkat berita di sekolah saya, sementara di sekolah lain juga seperti yang terjadi di sekolah saya, rasanya tidak adil, Pak,” ucapnya.

Sebagai rujukan awal, Magdalena bahkan menyebut beberapa sekolah lain yang menurutnya dapat ditelusuri lebih lanjut oleh media.

“Bapak bisa telusuri SDN Lauwa, SDI Tompo’na, dan sekolah-sekolah lain di Biringbulu yang sudah pencairan,” pungkasnya.

Meski demikian, sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis Program Indonesia Pintar (PIP), setiap satuan pendidikan tetap memiliki tanggung jawab masing-masing untuk memastikan bahwa proses pendampingan pencairan bebas dari pungutan, sumbangan, atau penerimaan uang dalam bentuk apa pun, terlepas dari praktik yang mungkin terjadi di tempat lain.

Media ini menegaskan bahwa penelusuran dilakukan berdasarkan aduan dan fakta di lapangan, serta tetap membuka ruang klarifikasi dari seluruh pihak, termasuk sekolah-sekolah lain yang disebutkan, guna memastikan penyaluran dana PIP berjalan transparan dan sesuai aturan.

 

Jurnalis: Syadir Ali

Tanggapi Berita Ini