Faktual.net,Pinrang.Sulsel— 24 februari 2026, Kasus kematian anggota polisi muda, Bripda Dirja Pratama, akhirnya menemui titik terang. Polda Sulsel resmi menetapkan satu orang tersangka berinisial Bripda P, yang diketahui merupakan senior korban.
Penetapan tersangka disampaikan langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo, usai melayat ke rumah duka di Desa Pincara, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026) pagi.
Kedatangan Kapolda disambut suasana haru. Orang tua korban tampak terpukul, sementara keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan tuntas.
Pemeriksaan Medis Bantah Laporan Awal
Usai melayat, kepolisian menggelar konferensi pers di Mapolres Pinrang. Kapolda menegaskan laporan awal yang menyebut korban meninggal akibat membenturkan kepala sendiri tidak terbukti.
Hasil pemeriksaan medis menemukan adanya luka lebam pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan penganiayaan. Temuan itu diperoleh melalui pemeriksaan ilmiah dan pendalaman internal kepolisian.
Berdasarkan hasil tersebut, penyidik menetapkan Bripda P sebagai tersangka. Meski demikian, penyidikan masih terus berkembang dan lima anggota lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif.
Kapolda menegaskan institusi Polri berkomitmen menindak tegas anggota yang melanggar hukum maupun kode etik, serta menjamin proses penyidikan berjalan profesional dan transparan.
Kronologi dan Dugaan Kuat Penganiayaan
Korban yang baru lulus pendidikan kepolisian dan bertugas di lingkungan Polda Sulsel sebelumnya ditemukan dalam kondisi mengeluarkan darah dari mulut. Kondisi tersebut memicu kecurigaan keluarga.
Jenazah sempat dibawa ke RSUD Daya sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi. Hingga kini, keluarga masih menunggu hasil resmi autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Enam Personel Diperiksa
Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Efendy, membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa enam personel terkait peristiwa tersebut.
Menurutnya, korban berada di asrama setelah salat subuh bersama beberapa rekannya sebelum tiba-tiba mengalami kondisi kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian.
Kini publik menanti hasil autopsi dan perkembangan penyidikan lanjutan. Di tengah duka yang mendalam, keluarga korban berharap keadilan benar-benar ditegakkan dan seluruh fakta terungkap tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Reporter : Sattu
















