
Faktual.Net, Bombana, Sultra – Karang Taruna Desa Wumbubangka Gelar Pawai obor kemerdekaan, Selasa (23/08/2022).
Kegiatan kali ini bertajuk “Semangat Pemuda Milenial Dalam Mengenang Jasa Para Pahlawan” dan dibuka langsung oleh Kepala Desa Wumbubangka Karman, SH.
“Harapan saya kepada generasi muda Wumbubangka untuk menjadi generasi yang merdeka dan semangat para pahlawan tersematkan pada generasi muda untuk dalam membangun desa Wumbubangka yang lebih baik,” ucap Kades dalam sambutannya.
Kegiatan ini diikuti dan dimeriahkan oleh Siswa siswi SMK 01 Bombana,SMA 12 Bombana, SMP Satap 11 Rarowatu utara dan SDN 61 Wumbubangka.
Tak hanya itu, acara ini menampilkan hiburan pembacaan puisi yang dibacakan oleh Nining, Indah dan Gilang dan Muhammad Alif Siswa SMP SATAP 11 Rarowatu Utara.
Pembacaan doa oleh Nela Apriani ini menjadi tontonan ia mengaku kegiatan ini mengharukan bagi masyarakat desa setempat yang selama ini belum pernah dilakukan di desa Wumbubangka.
“Yah…. Kami terharu dengan adanya kegiatan ini karena sebelumnya tidak ada dan bukan hanya seremonial belaka, tapi perlu mengenang kembali sprit perjuangan Jasa-jasa heroik pahlawan,” ungkapnya.
Nela Apriani salah satu Siswa SMPN SATAP 11 Rarowatu Utara berharap dalam monmentum kemerdekaan Indonesia ke-77 Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat atau generasi milenial untuk terus bermimpi untuk mewujudkan cita-cita yang mulia dan bisa berkontribusi untuk membangun desa.
“Harapan kami kedepannya kepada seluruh masyarakat Wumbubangka untuk berjuang, berkarya, bersatu dan saling menghormati untuk membangun desa Wumbubangka,” harap Nela.
Ketua Karang Taruna Hamdan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai generasi bangsa patut bangga atas agenda ini, karena akan menjadi catatan sejarah perjalanan panjang Desa Wumbubangka desa yang tertua di Kecamatan Rarowatu Utara yang belum pernah melakukan acara pawai obor sebelumnya.
“Semoga dengan adanya pawai obor ini menjadikan semangat untuk para generasi muda dalam mengenang kembali para pahlawan, kita tidak boleh minder dan pesimis walaupun kita tinggal di desa terpencil tetapi kita mempunyai generasi yang mampu bersaing dan Insya Allah tidak menutup kemungkinan diantara kita akan ada yang menjadi pemimpin bangsa ini,” tutupnya.
Kegiatan dihadiri lansung oleh masyarakat dengan antusias yang tinggi dengan peserta kurang lebih 100. (**Kariadi)













