oleh

Germab Nilai Pekerjaan Jalan Ruas Sereng-Mallenren Ambrul Adul

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel, Peningkatan Jalan ruas jalan berjenis Hotmix, ruas jalan Sereng – Mallenreng, Desa Duampanuae, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, menuai Sorotan Kamis, 19 November 2020

Gerakan Mahasiswa Bersatu (GERMAB) Sinjai Kecam pihak pelaksana/kontraktor dan meminta untuk bertanggung jawab. Proyek dimaksud yakni, peningkatan jalan paket 2, kategori pekerjaan konstruksi instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, Satker Dinas PUPR, Nilai Kontrak Rp 28.734.756.888,58, sumber dana: APBD, pelaksana PT.Tiga Bintang Griyasarana, Jl. Pelita Raya VI No. 8 Makassar – Makassar (Kota) – Sulawesi Selatan.

Banyak masyarakat yang menyesalkan pekerjaannya yang terkesan tidak serius dan ambrul adul, dan terlihat dari beberapa titik rawan yang tidak di sertai dengan drainase.

Proyek pengaspalan jalan berjenis Hotmix, sangat dikesalkan masyarakat sebab adanya berbarapa titik seharusnya ada saluran air Berupa drainase Musim hujan tiba, dan berharap tidak ada pihak merasa dirugikan terutama masyarakat sebagai penerimah manfaat.

Salah satu Masyarakat Dusun Pallimpoe Desa Duampanuae, Kecamatan Bulupoddo bernama Muhammad Saleh Mustafa, saat di temui tim investigasi Germab mengutarakan kekecewaan nya dan Menurutnya salah satu kelemahan pembangunan jalan di kampungnya seperti drainase, talud, batu jalan.

Baca Juga :  Kelompok Tani Samaenre, Gelar Kegiatan Temu Tani

“Kami sangat bersyukur dengan di perbaiki nya jalan yang ada di depan rumah kami karena hal itu menguntungkan seluruh masyarakat terkhusus bagi yang lewat di jalan tersebut, namun kami menyayangkan karena tidak adanya drainase yang di buat, hal itu jelas merugikan masyarakat sekitar”

Lebih lanjut iya mengaku kesal sebab pembangunan kurang berdampak baik. Dan mengungkapkan bahwa hampir semua jalan yang dibangun di desa nya tidak dipikirkan drainasenya

“Mestinya setiap pembangunan jalan harus disertai dengan drainase yang baik. Karena jika hal itu tidak di lakukan kedepannya pada saat musim hujan jelas rumah kami yang terancam mengingat rumah kami lebih rendah dari jalanan, Setelah dibangun justru makin susah Bisa-bisa rumah kami nanti kena longsor”

Anggota Bidang Investigasi Germab, Ashari menyatakan, kecewa dengan pihak terkait dalam hal ini bagian pengawasan dan pelaksana. Lembaga dimaksud kurang profesional. Terkesan bekerja tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi kedepannya.

Baca Juga :  Peduli Kemanusiaan, Muhammad Sinen Berikan Santunan Ke Sejumlah Warga Oba Utara

“Dalam pembuatan sebuah bangunan, tentunya harus mempertimbangkan apa dampak negatif bagi penduduk. Realitasnya, masyarakat meronta”. Ungkap Ashari.

Dia memprediksi, daya tahan jalan tidak akan lama. Ruas Jalan yang menghubungkan tiga desa ( Duampanuae – Lappacinrana – Lamatti Riattang) ini bakal menyusut bila diguyur hujan.

“cepat atau lambat pasti akan mengakibatkan kerusakan karna sekuat apapun campuran aspal, kalau dibenturkan dengan air, pasti rontok”

Dia meminta agar pihak pelaksana dan pengawas peningkatan aspal jalan untuk tidak menutup mata terhadap realita yang terjadi di tengah2 Masyarakat dan agar bertanggung jawab atas keresahan yang di rasakan oleh masyarakat.

“Kami meminta kepada siapapun itu yang terlibat dalam pengerjaan jalan ini agar mendengar kan apa yang menjadi keluhan daripada masyarakat, dan segera memperbaiki apa yang membuat masyarakat menjadi resah”.

Berita ini di terbitkan belum berhasil di komfirmasi pihak terkait diantaranya Pihak Pelaksana.

(dzul)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita