
Faktual.Net, Konawe, Sultra – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internal FKM UHO yang berasal dari Prodi Ilmu Gizi FKM dan Prodi Ilmu Kedokteran, melaksanakan Penyuluhan Gizi dan Kesehatan dalam tantangan new era COVID-19 sekaligus dengan Pelatihan Inovasi Pengembangan Produk food Immunity berbasis Pangan Kearifan Lokal, pada 3 Oktober 2021 lalu, di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.
Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat setempat dalam membuat inovasi pengembangan produk pangan yang murah, mudah diperoleh dan bernilai gizi tinggi, sebagai makanan tambahan (PMT-anak) untuk membantu meningkatkan status gizi dan imunitas anak.
Ketua tim PKMI adalah Dr. Wa Ode Salma, SST., M.Kes dan Anggota Tim masing-masing; Dr.dr. Asriati., M.Kes, Dr.dr.I Made Christian Binekad,M.Repro, Sp. Bedah, dan Ruwiah, SP., M.Kes, yang dibantu oleh 2 orang mahasiswa FKM UHO. Di awal kegiatan ini dilangsungkan penyuluhan kesehatan dan pentingnya menjaga sistem kekebalan tubuh di masa Pandemi Covid-19 oleh anggota Tim PKMI.
“Kegiatan diskusi ini, sangat menarik karena peserta menanyakan seputar vaksin dan kehawatiran mereka terhadap dampak vaksin namun edukasi kesehatan dari Dr.dr. Asriati, M.Kes, meyakinkan mereka bahwa vaksin merupakan salah satu upaya Pemerintah melindungi rakyatnya dari penyebaran COVID-19. Dan protokol kesehatan 3 M tetap harus dijalankan,” ucap Dr. Wa Ode Salma, SST., M.Kes.

Selanjutnya, Ketua Tim Dr. Wa Ode Salma, SST.,M.Kes melakukan penyuluhan terkait food immunity, dapat di peroleh dari kearifan lokal dengan membuat Inovasi pengembangan produk pangan sumber dari laut dan yang tumbuh didaratan untuk membantu meningkatkan imunitas anak, status gizi anak dan mencegah Malnurisi pada masa COVID-19.
“Ouput kegiatan ini adalah peserta trampil membuat Inovasi baru pengembangan produk pangan berbahan dasar gonad Diadema setosum (bulu babi/landak laut) dengan tambahan daun kelor, yaitu Brownis kukus dan diberi nama oleh peserta pelatihan “Brownis Tethehe” asal Desa Leppe, Kec. Soropia,” tuturnya.
Produk ini rasanya enak dan disukai oleh peserta, berpotensi menciptakan usaha baru bagi ibu-ibu nelayan setempat, dan kemandirian keluarga masyarakat pesisir untuk berinovasi dalam pengembangan pangan lokal dalam upaya perbaikan status gizi anak.
Memprioritaskan akses makanan yang berkualitas gizi baik yang didapatkan secara lokal dan dibuat sesuai kebutuhan gizi anak merupakan strategi untuk menghasilkan peningkatan imunitas dan status gizi anak yang lebih baik dan berkelanjutan dalam situasi new normal COVID-19. (Red).














