Example floating
Example floating
BeritaBudayaDaerah

Forum B2K Gelar Dialog Refleksi Perjuangan Oputa Yi Koo Sebagai Spirit Pemuda Kepulauan Buton

×

Forum B2K Gelar Dialog Refleksi Perjuangan Oputa Yi Koo Sebagai Spirit Pemuda Kepulauan Buton

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Forum Komunikasi Baubau Kendari (Forkom B2K) sukses menyelenggarakan Bazar dan dialog publik yang bertemakan “Refleksi Perjuangan Oputa Yi Koo Sebagai Spirit Pemuda Kepulauan Buton” yang bertempat  di Warkop Harapan Kota Kendari, Jumat 5/11/2021 (Malam).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Akademisi Zuumi Kudus S.Pd., M.Pd (Eks.Ketua KNPI Prov. Sultra Periode 2007-2012) dan Darwin Ismail S.Si.,M.Si.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Zuumi Kudus menjelaskan bahwa Oputa Yi Koo adalah nama alias yang diberikan kepada Himayatuddin Muhammad Saidi. “Oputa Yi Koo berasal dari bahasa Wolio berakar daro kata ‘opu’ yang berarti tuhan,raja,pimpinan tertinggi,dan junjungan, sedangkan ‘yi’ menununjukkan ‘di’ serta ‘Koo’ yang berarti ‘hutan’ yang disematkan kepada diri Himayatuddin Muhammad Saidi yang merupakan Sultan Buton ke-20 dan 23.

Lebih lanjut, dalam Konteks perjuangan Oputa Yi Koo adalah raja atau sultan yang bermarkas di hutan dalam melakukan perlawanan terhadap imperialisme Belanda. Untuk merespon isu globalisasi yaitu membangkitkan cara berfikir pemuda secara perspektif secara global.

“Respon pemuda sebagai pewaris regulasi kehidupan, dalam konteks kekinian berkenan dengan pemikiran nilai-nilai kesejahteraan dan kepahlawanan menjadi penting  membangkitkannya dalam perspektif berpikir global bertindak lokal, untuk merespon isu globalisasi yang masuk ke hampir seluruh wacana kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya,” imbuhnya lagi.

Baca Juga :  Ini Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel di Momentum 27 Tahun Luwu Utara

Ia berharap Nilai-nilai Perjuangan Opita Piyah dalam melawan Belanda menjadi motivasi terhadap generasi.

“Diharapkan Nilai-nilai perjuangan Opita Yu Koo dalam melawan imperialisme Belanda. menjadi motivasi terhadap generasi muda diantaranya nilai politik dan hukum, nilai ekonomi, nasionalisme, menegakkan syariat Islam dan patriotisme,” tandasnya.

Sementara itu, Darwin Ismail juga menjelaskan bahwa falsafah perjuangan Oputa Yi Koo yaitu perlawanan atas ketidakadilan perjanjian antara Kesultanan Buton dengan Belanda.

“Spirit perjuangan Oputa Yi Koo sebagai spirit pemuda Kepulauan Buton harus mampu melawan ketidakadilan, menjaga solidaritas kelompok, dan muda beradptasi di segala kondisi,” pungkasnya.

Rekam jejak Opita Yi Koo diharapkan mampu menjadi spirit generasi muda Buton khususnya pemuda Indonesia pada umumnya sehingga memberikan semangat pembangunan untuk masa kini maupun masa yang akan datang.

Untuk diketahui, Kegiatan ini dalam rangka melaksanakan Pengkaderan sekaligus memperingati hari pahlawan Nasional. (Red).

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit