Faktual.net, Makassar, Sulsel- 12 Februari 2026- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Makassar menyampaikan pernyataan sikap terkait penanganan konflik yang terjadi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam beberapa waktu terakhir.
BEM Unismuh Makassar menilai bahwa proses penyelesaian konflik yang melibatkan aparat kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Makassar, hingga saat ini belum menunjukkan penyelesaian yang komprehensif dan berkeadilan bagi seluruh pihak yang terdampak. Kami melihat masih adanya ketegangan serta belum terciptanya kondisi yang kondusif secara menyeluruh di lingkungan kampus.
Sebagai representasi mahasiswa, kami berpandangan bahwa upaya yang dilakukan oleh Kapolrestabes Makassar beserta jajaran perlu dievaluasi dan ditingkatkan agar pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mengedepankan dialog, mediasi terbuka, serta prinsip keadilan dan transparansi.
Kami menegaskan bahwa pernyataan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap stabilitas dan marwah institusi pendidikan. Kami mendorong Kapolrestabes Makassar untuk mengambil langkah yang lebih efektif, humanis, dan solutif dalam menyelesaikan konflik yang ada, serta membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen kampus.
BEM Unismuh Makassar berkomitmen untuk terus mengawal proses ini secara konstruktif demi terciptanya suasana akademik yang aman, damai, dan demokratis.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar.
Hormat kami, ANDI RAMA RAMADHAN PRESIDEN
Badan Eksekutif Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Makassar.
Redaksi sulsel.















