faktual.net, Jakarta – Media online faktual.net, Sabtu (31/1), mendapatkan informasi dari Edy Purnomo Pamungkas sebagai Ketua RW 015 Kelurahan Agung Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara, yang menginformasikan dan sekaligus menghimbau masyarakat selalu waspada dengan pengambilan barang ke dan dari rumah oleh Jasa Online.
” Iya, saya himbau lebih hati-hati dengan pengambilan barang di rumah kita yang menggunakan Jasa Online atau Ojek Online seperti LaLaMove dan MaXiM dan sejenisnya, penipu dengan bermodalkan Foto barang, alamat rumah dengan titik lokasi” Ungkapnya.

Purnomo menjelaskan kronologi yang dialami oleh warganya, pada Jumat (29/1),
1. Awal Kejadian
Pada hari dan waktu tersebut di atas, seorang pengemudi ojek online (Ojol) datang ke salah satu rumah warga di wilayah RW 015 Sunter Agung. Pengemudi tanpa konfirmasi pemilik barang langsung mengangkat barang kedalam mobil bak terbuka, tetapi diketahui oleh tetangga pemilik barang, yang selanjutnya warga melapor kepada Ketua RW.015 Bapak Edy Purnomo Pamungkas
Sebagai alibi, Pengemudi menunjukkan bukti pesanan diaplikasi, yang di dalamnya tercantum:
Foto barang yang diminta untuk diambil.
Foto rumah tujuan.
Nama pemesan.
Nomor telepon pemesan.
2. Klarifikasi Pemilik Rumah
Pemilik rumah yang didatangi menyatakan tidak pernah:
Menjual barang sebagaimana dimaksud
Memesan layanan ojek online
Memberikan kuasa kepada siapa pun untuk mengambil barang dari rumahnya
Pemilik rumah kemudian merasa curiga karena:
Tidak mengenal nama pemesan
Tidak mengetahui adanya transaksi apa pun
3. Upaya Verifikasi
Atas dasar kecurigaan tersebut, dilakukan upaya menghubungi nomor telepon pemesan sebagaimana tercantum di aplikasi Ojol.
Hasil verifikasi:
Nomor telepon pemesan tidak aktif / tidak dapat dihubungi.
Tidak ada respons atau konfirmasi dari pihak pemesan
4. Keterlibatan Warga Sekitar
Melihat situasi yang mencurigakan, tetangga sekitar dan warga RW 015 Sunter Agung turut mendatangi lokasi untuk membantu klarifikasi dan pengamanan situasi.
Setelah dilakukan pengecekan bersama, disimpulkan bahwa:
Pesanan Ojol diduga tidak sah
Terdapat indikasi modus pencurian, dengan cara memanfaatkan pengemudi Ojol sebagai pihak yang tidak mengetahui rencana sebenarnya atau kemungkinan menjadi bagi9an dari komplotan
5. Penggagalan Upaya Pencurian
Berkat:
Kewaspadaan pemilik rumah
Kepedulian dan respons cepat warga sekitar.
Upaya pengambilan barang tersebut berhasil digagalkan, dan tidak ada barang milik warga yang diserahkan kepada pengemudi Ojol.
Pengemudi Ojol selanjutnya meninggalkan lokasi setelah diberi penjelasan bahwa pemilik rumah tidak pernah melakukan pemesanan.
6. Kesimpulan Sementara
Terdapat dugaan upaya pencurian dengan modus pesanan fiktif Ojol
Modus dilakukan dengan mencantumkan foto rumah dan barang, serta identitas pemesan yang tidak dapat diverifikasi
Nomor telepon pemesan tidak aktif, memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dan penipuan
7. Rekomendasi
Warga diimbau tidak menyerahkan barang apa pun kepada pihak Ojol tanpa konfirmasi langsung
Setiap kejadian serupa agar segera dilaporkan kepada pengurus RT/RW
Disarankan untuk mencatat atau mendokumentasikan:
Nama pengemudi
Tangkapan layar pesanan
Waktu kejadian
Perlu koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk pencegahan modus serupa.
Dengan kejadian yang dialami oleh warganya, Purnomo menghimbau khusus Warganya maupun masyarakat luas agar WASPADA terhadap modus pencurian mengatasnamakan Ojek Online (Ojol).
“Modusnya Pelaku membuat pesanan fiktif untuk mengambil barang dari rumah warga., padahal pemilik rumah tidak merasa memesan, dan nomor pemesan tidak aktif,” Ujar Purnomo.
Dihimbau dan Jadi Perhatian Warga maupun Masyarakat :
1.JANGAN serahkan barang jika tidak merasa memesan.
2.Konfirmasi dulu ke anggota keluarga.
3.Jika mencurigakan, segera hubungi RT/RW.
4.Catat dan dokumentasikan: nama driver, plat nomor, dan pesanan.
Purnomo melanjutkan, kalau dari pihak Ojol yang terjadi dilingkungan kami yaitu LaLaMove dan MaXiM kooperatif, yang bersedia untuk menemui dan mengantarkan warga ke si pemesan, dan saat itu Langsung menghubungi orang yang melakukan pemesanan.Dan sewaktu dihubungkan ke nomor kontak pemesan, sudah tidak aktif
“sudah tidak bisa dihubungi lagi, nomor kontak pemesannya, karena nomor pengendara ojolnya langsung di Blokir nya,” Ucapnya.
Akhir dari informasi publik yang disampaikan oleh Purnomo Ketua RW 015, barang warga yang nyaris Hilang agar diletakkan dalam rumah, agar tidak menjadi
incaran penjahat, karena belum lama diwilayahnya Genset hilang.
“Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama.
Terima kasih atas kewaspadaan seluruh warga,” Pesannya.(zul).
















