oleh

Dugaan Korupsi Dana Hibah BPBD Jeneponto, LPK SULSEL Akan Bentuk Koalisi Lembaga Gabungan

Faktual,net Jeneponto – Hasan Anwar Ketua Lembaga Pembarantas Korupsi LPK-Sul-Sel akan segera membentuk koalisi beberapa lembaga yang ada di Sulawesi Selatan.

Pihaknya akan membentuk Koalisi besar tersebut dengan tujuan untuk mengawal dugaan korupsi dana hibah Pemprov tahun 2021 yang di kelola Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto.

Hal ini disampaikan saat diwawancarai disalah satu warkop di Jeneponto, Selasa/26/7/22. ia mengatakan, pihaknya meminta kepada Ketua Komisi III DPRD Jeneponto agar merekomendasikan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan Ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

“Agar semuanya jelas secara akuntabel, transparan, dan kredibel sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terdampak bencana tahun 2021, sehingga kami meminta untuk di lakukan RDP di DPRD Provinsi”, ucapnya.

Lebih jauh Hasan Anwar selaku ketua LPK menjelaskan, RDP kemarin lalu sudah terlaksana dengan baik bahkan kami sangat mengapresiasi kinerja Khaidir Adi Saputra Saiful sebagai Ketua Komisi lll DPRD kabupaten Jeneponto.

“Kami sangat mengapresiasi Komisi III DPRD Jeneponto yang begitu semangat menegakkan tupoksinya Dalam hal ini Pengawasan, namun pihak LPK Sulawesi Selatan sangat menyayangkan ketidak hadirannya kadis BPBD beserta Kabid,Seksi Logistik dan Seksi Kedaruratan”, lanjutnya.

Ketidak hadiran Kadis BPBD Jeneponto membuat Ketua LPK-Sul-Sel bertanya tanya karena sebagaimana kita ketahui bahwa Kepala Dinas adalah sebagai pengguna anggaran.

“Kami Menyayangkan karena tidak hadirnya kadis BPBD Ikrar Iskandar, SE sebagai Pengguna Anggaran (PA) dalam kegiatan Tanggap bencana 2021 lalu, yang hadir hanya 1 orang Sekretaris BPBD Sulfikar S,KM, sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) “, Ucap Ketua LPK ke media.

Sementara itu, Sulfikar S,KM, selaku Sekretaris BPBD sekaligus PPTK dalam kegiatan tersebut, saat ditanya oleh media, ia mengatakan, saya cuma datang sendiri sebagai perwakilan BPBD Kabupaten Jeneponto.

“Tidak hadirnya Pak kadis BPBD karena beliau lagi sakit, saya saja ini dimakassarka tapi pak komisi III menelfon harus hadir hari ini”, ucap Sulfikar kepada media.

Reporter: Pupung

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :