faktual.net, Kendari, Sultra. Tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunggala di Kota Kendari. Kegiatan ini fokus pada peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital produk bawang goreng lokal.
Program tersebut diketuai oleh Nita Hasnita, S.E., Mak.., dengan anggota Dr. Asraf, S.E., M.M., dan Dr. Wahyuni Rahmah, S.E., M.M.. Dua mahasiswa, Sri Ayu Ningtyas dan Njela, juga terlibat aktif sebagai pendamping lapangan. Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui skema Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) 2025.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen menyerahkan bantuan berupa alat produksi modern, yaitu deep fryer dan termometer suhu minyak, kepada KWT Tunggala. Peralatan ini diharapkan membantu menjaga mutu produk, meningkatkan efisiensi waktu penggorengan, dan menekan tingkat kerusakan bawang goreng.
“Selama ini proses penggorengan dilakukan secara manual, sehingga hasilnya tidak selalu konsisten. Dengan adanya deep fryer dan termometer, kualitas bawang goreng bisa lebih seragam dan higienis,” kata Nita Hasnita, Senin (20/10/2025).
Selain bantuan alat, tim juga melatih anggota kelompok dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi dan pencatatan keuangan sederhana. Pelatihan ini bertujuan agar usaha bawang goreng dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Tak hanya soal produksi, tim dosen STIE Enam Enam Kendari juga memberikan pelatihan pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Pendampingan dilakukan secara intensif agar produk bawang goreng dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua KWT Tunggala, Heru Istawati, menyampaikan apresiasi atas program yang dirancang kampus tersebut. “Kami berterima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa STIE Enam Enam. Bantuan alat dan pelatihan ini benar-benar bermanfaat. Sekarang kami bisa memproduksi lebih cepat dan mulai memasarkan produk lewat media sosial,” ujarnya.
Program ini mengusung pendekatan Triple Bottom Line (People, Planet, Profit) untuk memastikan keseimbangan antara manfaat sosial, keberlanjutan lingkungan, dan keuntungan ekonomi. Tim juga memperkenalkan cara mengelola limbah minyak jelantah dan kulit bawang agar tidak mencemari lingkungan.
Melalui kegiatan ini, STIE Enam Enam Kendari berharap mampu memperkuat peran perempuan dalam ekonomi lokal sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan), 5 (Kesetaraan Gender), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan 12 (Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab).
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek atas dukungan pendanaan serta kepada STIE Enam Enam Kendari yang telah memfasilitasi kegiatan hingga selesai. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM perempuan yang bisa direplikasi di daerah lain di Sulawesi Tenggara.
Redaksi
















