Faktual.Net, Kendari — Harga beras di Sulawesi Tenggara (Sultra) melonjak hingga berdampak pada semua jenis komoditas menjelang Idul Fitri 2024.
Langkah Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah melakukan pengawasan di pasar tradisional terkait kelangkaan harga beras tinggi sebelum memasuki bulan suci ramadhan 1445 H.
“Kita sudah melakukan pengawasan, pemantauan harga maupun ketersediaan stok di pasar tradisional, khususnya di Mandonga, Andounohu dan ritel modern,” ungkap Hj. Sitti Saleha, SE.,M.Si, Kadis Perindag Sultra pada Jumat, 15/3/2024.
Disperindag Sultra pun telah melakukan pengecekan harga beras di pasar-pasar tradisional Kota Kendari.
“Harga beras memang ada kenaikan saat ini lebih tinggi daripada harga eceran tertinggi, nah itu sekarang sudah sekitar Rp 13.000/kg sampai Rp Rp 14.000/kg yang medium,” kata Sitti Seleha, Kadis Perindag Sultra.
Dinas Perindag Sultra juga telah melakukan koordinasi dengan pihak BUMN, kemudian TPID juga sudah melakukan pengawasan dan pemantauan.

Langkah konkrit yang dilakukan oleh Pemprov sekarang, pak gubernur telah menginstruksikan untuk melakukan langkah-langkah kongkrit untuk pengawasan, pemantauan dan termasuk kebijakan anggaran untuk melakukan pasar murah.
“Kita akan melakukan pasar murah menjelang lebaran, karena itu pasti ada kenaikan harga, menjelang lebaran, kira-kira di pertengahan lah yah. Tapi kita masih mau menyesuaikan dulu dimana daerah-daerah yang tinggi IPHnya,” ujarnya kepada media ini.
Dia berharap agar harga beras tidak terlampau tinggi, karena dinas pertanian juga sudah melakukan langkah-langkah konkrit untuk bagaimana ini beras tidak langkah kemudian tentunya mengikuti harga pemerintah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
“Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra akan melakukan pasar murah dan memberikan stimulus kepada masyarakat, untuk tahap awal, pertama itu di Kota Kendari karena memang inflasinya kemarin tinggi, tapi sekarangkan sudah deflasi yah, dan di Kota Baubau itu akan dilaksanakan juga,” kata Sitti Saleha.
“Jadi pasar murah ini, kita akan berikan kupon kepada masyarakat yang akan laksanakan di Kota Kendari dulu,” sambungnya.
Perindag Sultra bersama Bulog juga akan melibatkan distributor untuk mereka melaksanakan pasar murah, karena harga distributor tentunya harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah jadi tidak sama dengan harga yang ada di pasar tradisional dan cukup terkendali.
“Ketersediaan stok juga cukup yah karena apa yang menjadi harapan bapak Gubernur beliau sudah menginstruksikan dan kebijakannya tentunya melakukan pasar murah, TPID juga sudah melakukan koordinasi dan pemantauan harga terkait dengan itu antisipasi terhadap kelangkaan,” ujarnya.
“Yah karena kapan langka pasti harga juga akan naik. Ini terkait beras, ini kan lagi musim cuaca ekstrim tentunya akan mempengaruhi hasil panen, yah iklim itu jadi hasil panennya itu pasti akan mempengaruhi,” jelasnya.
Kadis Perindag Sultra mengatakan pihaknya belum menemukan ada praktik penimbunan beras di gudang-gudang yang mengakibatkan ketersediaan beras di pasar terganggu.
“Sampai saat ini belum ada ditemukan penimbunan artinya harga masih terjangkau dan ketersediaan stok juga untuk sampai lebaran, 1 sampai 2 bulan kedepan karena apalagi Bulog kan juga kan cadangan berasnya cukup,” tutupnya.
Penulis: Kariadi















