oleh

Diduga Pungli, IMM Komisariat Fisip Demo Protes Kebijakan Kampus UMB

-Berita, Kampus-200 views
Hizwan Nawawi Koordinator Lapangan demonstrasi. 📷Foto: Ist

Faktual.Net, Baubau, Sultra – Melalui demonstrasi sejumlah Kader Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), protes kebijakan kampus UMB terhadap genjotan biaya kartu mahasiswa dan meminta pemangkasan biaya SPP.

Pembayaran uang kartu Mahasiswa yang dilakukan di Pihak UMB merupakan suatu dugaan tindakan Pungli. Karena hal tersebut merupakan perbuatan pemerasan terhadap mahasiswa. Apabila sudah melakukan kewajiban membayar uang SPP maka sudah termasuk kartu mahasiswa di dalamnya. Hal ini, diungkap oleh Hizwan Nawawi Koordinator Lapangan demonstrasi di Kampus UMB.

📷Ketgam: Aksi protes kebijakan dihalaman kampus UMB.

“Hasil investigasi di lapangan bahwasanya pembuatan kartu mahasiswa di UMB masih dimintai uang pembayaran sebesar 25.000 / mahasiswa, yang diduga itu oknum kepala BAK selaku yang menangani pembuatan kartu mahasiswa,” ungkap Hizwan. Selasa (29/06).

Ia melanjutkan, dugaan Pungli uang kartu mahasiswa pihak kampus Seolah – olah terkesan menutupi. Sebagai orang tua dan anak, agar rektor lebih terbuka kepada seluruh mahasiswanya.

Baca Juga :  Pemkot Bakal Tampilkan Produk Unggulan Saat STQ

“Jika ada kebijakan yang akan dibuat seperti pembayaran uang kartu mahasiswa ini. Informasinya kebijakan kampus harus disebar luaskan, biar kita semua juga tau dan kalau terjadi kecurangan ataupun hal-hal lainnya kita bisa tau,” tuturnya kepada Faktual.Net.

Tak hanya itu, akibat dampak Pandemi Covid-19 melanda dunia membuat ruang gerak masyarakat terbatas di karenakan kebijakan pemerintah untuk menghindari penularan Virus Corona, alhasil perputaran roda ekonomi terbilang lambat dari berbagai sektor Ekonomi dan Pendidikan yaitu kuliah online. Mengingat pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih dalam kondisi genting ditengah-tengah masyarakat Indonesia, khususnya di Sultra.

“Hal ini dirasakan betul oleh mahasiswa yang orang tuanya kurang mampu apa lagi saat ini mahasiswa tengah diperhadapkan dengan pembayaran uang SPP yang seharusnya mahasiswa bisa mendapat dispensasi akibat dampak virus covid-19 ini. Pihak kampus sampai saat ini, masih belum ada kejelasan mengenai penurunan biaya SPP. Besarnya pengeluaran pembayaran SPP dan perkuliahan virtual yang dilakukan tidak sebanding dengan ilmu yang yang didapatkan, maka kami dari mahasiswa meminta pemotongan pembayaran uang SPP,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Hanya Pria, Para Wanita Ini Berperan Aktif Membantu Satgas TMMD ke 112

Ia menambahkan, nengenai SPP Rektor UMB Wa Ode Alzarliani, SP., MM., menyampaikan bahwa terkait SPP tidak akan ada pemotongan. Alasannya karena semester kemarin sudah ada pemotongan jadi untuk semester ini dan selanjutnya sudah tidak diberlakukan.

“Pada saat pemotongan biaya SPP semester lalu, pihak kampus menyatakan selama masa pandemi maka akan ada pemotongan SPP. Inilah kemudian yg menjadi salah satu tuntutan kami tentang janji itu. Kalau memang tidak ada pemotongan biaya SPP dan pihak kampus tidak menginginkan itu, maka kami khususnya IMM akan adakan aksi berjilid-jilid dan sampai tuntutan kami dipenuhi,” pungkasnya. (Red).

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :