Example floating
Example floating
BeritaPolitik

BEM se-Sultra Tolak Penyebaran 1 Juta Amlop yang Diduga Paslon Nomor Urut 2

×

BEM se-Sultra Tolak Penyebaran 1 Juta Amlop yang Diduga Paslon Nomor Urut 2

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
BEM se-Sultra Konferensi Pers.

Faktual.Net, Kendari — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Sulawesi Tenggara menyatakan penolakan tegas terhadap dugaan penyebaran satu juta amplop yang akan dilakukan oleh salah satu calon gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di salah satu warung kopi di Kelurahan Wayong, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Rabu (2/9/2024).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Konferensi pers tersebut dihadiri perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi di Sultra, termasuk IAIN Kendari, Unsultra, Stimik Bina Bangsa, Politeknik Indotek, Unilaki, Politeknik Bina Husada, Institute Dharma Bharata, serta Stah Bahtara Guru.

Koordinator pusat BEM Se-Sultra, Ashabul Akram mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dan menemukan indikasi kuat terkait politik uang yang diduga dilakukan oleh salah satu pasangan calon.

“Kami menemukan adanya praktik politik uang yang diduga dilakukan oleh tim salah satu paslon,” ujar Ashabul.

Ashabul menambahkan bahwa calon gubernur tersebut diduga telah menyiapkan satu juta amplop untuk dibagikan kepada masyarakat menjelang pemilihan gubernur mendatang.

Baca Juga :  PT Surya Lintas Gemilang Dilaporkan ke Polda Sultra, Diduga Tetap Beroperasi Meski Disanksi

“Dalam kampanyenya, calon gubernur tersebut mempersiapkan satu juta amplop untuk masyarakat Sultra,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa praktik politik uang dapat merusak nilai demokrasi yang sedang diupayakan di Indonesia.

“Secara tidak langsung, pesta demokrasi ini kehilangan nilainya dengan adanya praktik politik uang. Ini juga merusak budaya masyarakat yang selama ini menolak kegiatan pragmatis seperti ini,”kata Ashabul.

Sebagai langkah konkret, BEM Se-Sultra menolak keras praktik tersebut dan mengimbau calon gubernur lainnya untuk tidak melakukan hal serupa.

“Kami menolak keras peredaran 1 juta amplop yang hanya akan merusak demokrasi kita,” kata Ashabul, tegas.

Ashabul juga mendesak Bawaslu Sultra untuk meningkatkan pengawasan dalam pemilihan gubernur yang akan datang.

“Kami mendesak Bawaslu Sultra untuk mengawasi dan mengontrol kembali pelaksanaan pemilihan gubernur mendatang,” tutupnya.

Hingga berita terbitkan, media ini masih melakukan upaya konfirmasi kepada tim paslon terduga. (Red).

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit