Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Arsitek Universitas Hasanuddin (Unhas), Idrus Kamaruddin menganggap bahwa perencanaan pembangunan di Sinjai asal Jadi dan realisasinya amburadul, Kamis (16/12/2021)
Sebagai putra daerah Idrus merasa miris di balik anggaran yang telah disiapkan oleh pemerintah dengan nilai milyaran rupiah.
Seperti yang di contohkan perencanaannya Puskesmas Manipi, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
“Sebenarnya sejak dari awal saya sudah kritisi gambar perencanaannya ini Puskesmas, baru saya buka bagian Site Plangnya, sudah saya temukan beberapa yang tidak sesuai disitu,” ujarnya.
Ia menilai pihak konsultan perencana dalam melakukan proses survey lokasi terkesan asal asalan dan tidak profesional.
“Sepertinya pihak konsultan perencana dalam melakukan proses survey lokasi terkesan asal-asalan dan tidak profesional, serta tidak melakukan pengukuran yang akurat sebagaimana layaknya seorang konsultan perencana bekerja,” tuturnya.
Adapun hasilnya amburadul, karena posisi gambar depan puskesmas dan jalan lorong di samping berbeda dengan existing.
“Skala site juga amburadul, dalam gambar site sangat kelihatan posisi jalan poros depan Puskesmas dengan jalan lorong yang ada di samping kanan bangunan Puskesmas sudutnya sangat jauh berbeda dengan existing yang ada,” terangnya.
Menurut Idrus, bahwa patut diduga pihak konsultannya melakukan survey lokasi secara asal-asalan.
“Ini menandakan bahwa memang pihak konsultannya melakukan survey lokasi secara asal asalan, terbukti dalam realisasi pembangunan yang sudah terjadi sekarang ini,” ungkapnya.
Lanjut “peletakan bangunan berubah cukup signifikan, dalam gambar site menjelaskan adanya space untuk jalan kompleks pas depannya bangunan baru, serta space parkir dan taman, tapi kalau melihat kondisi skrg ini di lapangan” pungkasnya.
Hal itu sudah tidak memungkinkan lagi karena bangunan sudah bergeser ke depan cukup jauh dari rencana semula dan sudah melenceng jauh dari rencana Site Plan.
“Sebagai satu kesatuan gambar perencanaan yang tidak bisa terpisahkan, karena semuanya itu sudah berdasarkan skala yg sudah ditentukan dalam proses perencanaan, saya kritisi ini supaya kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi ke depannya,” tegasnya.
Ia berharap agar perencanaan yang layak dan bisa dipertanggungjawabkan, proses seleksi perusahaan perencanaan juga harus betul meyakinkan, tidak asal asalan.
“Olehnya itu saya berharap dan menyarankan kiranya setiap instansi teknis atau instansi mana saja yang selalu mempunyai agenda atau program pembangunan fisik kiranya dapat membentuk Tim Verifikasi di instansinya yg berfungsi memeriksa atau mengasistensi semua bentuk perencanaan sebelum diputuskan untuk di proyekkan” harapnya
Ditambahkan, “Supaya perencanaan betul- betul layak dan bisa dipertanggungjawabkan, proses seleksi perusahaan perencanaan juga harus betul meyakinkan, jangan asal asalan seperti yang terjadi kasus ini” tutupnya.
Hingga berita ini pihak terkait sulit dikonfirmasi.
Laporan : Sambar














