Example floating
Example floating
BeritaHeadline

Arena Dibakar, Judi Tetap Hidup: Nama Aipda Abdul Razak Muncul dalam Dugaan Bekingan

×

Arena Dibakar, Judi Tetap Hidup: Nama Aipda Abdul Razak Muncul dalam Dugaan Bekingan

Sebarkan artikel ini
Ket Foto. Dihari pembakaran arena . Judi sabung ayam tetap berjalan
Example 468x60

Faktual.net, Jeneponto – Penggerebekan dan pembakaran arena judi sabung ayam di Kecamatan Bangkala oleh aparat kepolisian Polres Jeneponto kini memunculkan tanda tanya besar. Alih-alih menghentikan praktik perjudian, langkah tersebut justru diduga menjadi bagian dari pola operasi semu. Pasalnya, aktivitas judi sabung ayam dilaporkan tetap berlangsung, bahkan berpindah lokasi ke wilayah hukum Polsek Tamalatea.

Ket Foto. Dihari pembakaran arena . Judi sabung ayam tetap berjalan di Jeneponto

 

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Berdasarkan penelusuran tim investigasi LSM Inakor Sulsel, para pemain dan panitia judi sabung ayam diduga telah mengetahui rencana penggerebekan sebelum aparat turun ke lokasi. Arena di Bangkala memang dibakar, namun aktivitas inti perjudian disebut telah lebih dulu “diamankan” dengan memindahkan jadwal dan lokasi.

Seorang pemain yang dikonfirmasi mengakui bahwa pertandingan tetap berlangsung.

“Hari ini sudah final, pemenang sudah dapat hadiah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa penggerebekan sebelumnya tidak menyentuh jaringan utama, melainkan hanya lokasi yang sudah “dikorbankan”.

Dalam praktiknya, pola yang diduga terjadi adalah pengorbanan satu arena untuk meredam sorotan publik, sementara kegiatan judi sabung ayam tetap berjalan di titik lain. Modus ini dinilai sebagai strategi klasik untuk memberi kesan penegakan hukum, namun tidak memutus mata rantai perjudian.

Menurut Inakor Sulsel, pola serupa telah berulang dan mengindikasikan adanya sistem informasi internal yang bocor.
Dugaan Bekingan: Oknum Aparat Disebut
Ketua Tim Investigasi LSM Inakor Sulsel, Aswar, secara terbuka menyebut adanya dugaan bekingan dalam praktik judi sabung ayam tersebut.

“Dari hasil investigasi dan informasi yang kami himpun, praktik judi ini diduga mendapat perlindungan oknum. Nama yang mencuat antara lain Kanit Pegasus serta oknum dari Pom Angkatan Darat berinisial Hengky,” ungkapnya.

Aswar menilai, bila dugaan tersebut benar, maka praktik judi sabung ayam di Jeneponto bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan telah menyentuh persoalan serius terkait integritas dan pembiaran.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Unismuh Makassar Tegaskan Sikap dan Ajukan Sejumlah Tuntutan kepada Pemerintah

Respons Aparat: Singkat dan Normatif
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman Matasa, SH, MH, hanya merespons singkat.

“Terima kasih banyak atas informasinya dan hati-hati dalam berkomentar,” ujarnya.

Sementara itu, Aiptu Abd Rasyad membantah keras tudingan keterlibatannya sebagai beking judi sabung ayam. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Tidak benar itu. Tidak ada beking sabung ayam. Justru saya sendiri yang melakukan penggerebekan sampai arena itu saya bakar,” ujar Aiptu Abd Rasyad saat dikonfirmasi.

Ia juga mempertanyakan lokasi aktivitas judi yang disebut-sebut masih berlangsung di wilayah Tamalatea.

“Di mana lokasinya di Tamalatea? Jangan sampai ada pihak-pihak yang menjual-jual nama saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aiptu Abd Rasyad meminta agar pihak-pihak yang memiliki informasi terkait aktivitas judi sabung ayam di Jeneponto segera berkoordinasi langsung dengannya.

“Kalau ke Jeneponto, silakan berkabar dan hubungi saya langsung kalai bisa kirim dulu nomor cantikta (Nomor Rekening) kalau dapat rejeki nanti saya bagi-bagi sama kita dinda,” pungkasnya.

LSM Inakor Sulsel mendesak Kapolres Jeneponto yang baru menjabat agar melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan kebocoran informasi dan memeriksa oknum yang disebut dalam investigasi.

“Kami berharap penegakan hukum tidak berhenti pada formalitas. Contoh di Kabupaten Maros, praktik judi sabung ayam bisa dibasmi tuntas. Jeneponto juga harus bisa,” tegas Aswar.

Hingga kini, publik masih menanti langkah konkret aparat kepolisian untuk memastikan bahwa penggerebekan bukan sekadar simbolik, melainkan benar-benar memutus jaringan judi sabung ayam hingga ke akar-akarnya.

Reporter : Saenal Abidin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit