faktual.net, Kendari, Sultra. Tim dosen Universitas Mandala Waluya, STIE Enam Enam Kendari, bersama mahasiswa Keperawatan Universitas Mandala Waluya melaksanakan program pemberdayaan kemitraan masyarakat yang mengangkat inovasi diversifikasi produk ikan layang menjadi abon dan kerupuk rendah kalori sebagai alternatif pangan sehat bagi penderita diabetes.
Ketua tim pelaksana, Asbath, menjelaskan bahwa pemilihan ikan layang didasarkan pada ketersediaan tinggi di wilayah pesisir serta kandungan gizinya yang bermanfaat. “Ikan ini potensial diolah menjadi produk sehat bernilai tambah, sehingga bermanfaat bagi kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada faktual.net pada Kamis, 25/9/2025.
Produk yang dikembangkan berupa abon ikan rendah kalori dan kerupuk ikan dengan formula khusus untuk penderita diabetes. Dengan inovasi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pangan alternatif sehat, tetapi juga terbuka kesempatan untuk mengembangkan usaha baru berbasis potensi lokal.
Tim pengabdian menilai bahwa kebutuhan pangan sehat semakin meningkat seiring melonjaknya jumlah penderita diabetes di Indonesia. Produk berbasis ikan layang diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menyediakan konsumsi protein yang aman, sehat, dan tetap lezat bagi penderita diabetes.

Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga menekankan pada pemberdayaan komunitas pesisir. Anggota kelompok mitra diberikan pendampingan mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar produk dapat diterima lebih luas di pasar. Pendekatan ini diharapkan mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.
Menurut Asbath, keterlibatan lintas institusi pendidikan dalam program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dan masyarakat. “Kami ingin pengabdian ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan produk inovatif berbasis sumber daya lokal. Dengan dukungan kampus, masyarakat, serta pemanfaatan potensi wilayah pesisir, abon dan kerupuk rendah kalori berbahan ikan layang berpeluang menjadi ikon pangan sehat baru dari Kendari.
Sebagai penutup, tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang telah mendanai program Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 2025. Dukungan ini menjadi landasan penting dalam mewujudkan inovasi pangan sehat sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Redaksi














