Faktual. Net, Tidore. Untuk mengantisipasi ketimpangan pengajar yang terjadi ,maka pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui dinas pendidikan bakal menuntaskan sistem zonasi sebagai acuan dari pemerintah pusat dalam pemerataan guru di Indonesia khususnya di Tidore.
Menurut kepala Dinas Pendidikan Ismail Dukomalamo saat ditemui media ini disela-sela pemantaun ujian, rabu (24/4/19), Sistem zonasi ini juga bisa digunakan untuk menata kinerja dan keberadaan guru. Pasalnya, hingga saat ini, terjadi ketimpangan sejumlah guru di beberapa wilayah yang berada di Tidore untuk didistribusikan merata, sehingga kebijakan system zonasi lebih mudah membantu guru yang nantinya memperoleh sertifikasi ,
“Kedepan guru ini dianalisa bedasarkan jumlah kebutuhan, jadi misalnya dalam satu kecamatan kelebihan guru maka harus pindah kalau tidak guru yang ada disekolah itu tidak akan mendapat sertifikasi semuanya,” katanya.
Untuk itu, nantinya ia bakal membentuk enam (6) zonasi Diwliyah Kota Tidore Kepulauan khusus untuk wilayah Oba ada empat (4) zonasi, diantaranya zonasi Utara, zonasi tengah, zonasi Oba dan zonasi Selatan, sedangkan untuk wilayah Tidore hanya dua (2) zonasi yang bakal diterapkan mengingat jarak antara kecamatan tidak terlalu sulit dalam pembentukan zonasi
“ misalnya di Tidore ada 2 zonasi yaitu zonasi Tidore dan zonasi Tidore Timur, dan dua zonasi tersebut terdapat 30 sekolah, dan dalam satu sekolah hanya 9 guru yang dibutuhkan, tinggal kita kalikan saja, 9 x 30, dan kalau gurunya melebihi maka mau tidak mau harus dipindahkan, kalau tidak mereka tidak mendapat sertifiasi lagi, maka kedepan, regulasi ini sudah berjalan, maka dengan sendirinya guru yang bersangkutan akan memintah untuk pindah karena pertimbangan sertifikasi tadi,” ungkapnya.
Selain itu juga menurut dia selaku kepala dinas sangat mendukung dengan adanya system zonasi, pasalnya dengan terbentuknya sisten zonasi ini maka pelayanan peserta didik dalam hal ini infrastruktur pendukung yang lengkap bakal dibangun disetiap zonasi diantaranya laboratorium dan perpustakaan sehingga mempermudah anak didik untuk menjangkau fasilitas tersebut.
“ dari sisi sarana prasana, misalnya di zonasi Oba selatan itu kita akan bangun leb dan perpustakaan yang bagus sehingga sekolah-sekolah yang berada di zonasi tersebut bisa menikmati fasilitas itu, dan saya sangat mendukung system zonasi ini” ujarnya
Ia juga berharap dengan adanya system zonasi ini, sekolah sekolah yang berada di wilayah Kota Tidore Kepulauan dapat terisi oleh semua guru mata pelajaran sehingga kedepan menurut dia, tidak lagi guru yang dipindahkan tugas dengan alasan kekosongan guru.
selain itu, kebijakan system zonasi ini juga menunjukan bahwa pemerataan guru tidak lagi dipandang sebagai efek ataupun korban permainan politik , sebab inti dari sistim zonasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasana, pemetaan guru, penyelenggaraan UN serta Penerimaan siswa baru.
Reporter : Aswan Samsudin















