Faktual.net, Jakarta – Forum Kader Bela Negara RI audensi ke H. Moh.Taufik Wakil Ketua DPRD DKI didampingi oleh Penasehat FKBN Suwantoro, S.E., M.M. (Mantan Kabag Perencanaan Komisi Yudisial RI).

Terlihat Kepala Badan Kordinator Daerah Dudi Anjung Satriadi saat memperkenalkan pengurusnya serta maksud dan tujuannya, turut hadir Wakabid Bidang Polhukam, Eko Kurniawan? S.H. dan Kabid Pendidikan dan Keterampilan Widya Susanti, S.Pd, di Gedung DPRD lantai 9 Kebon Sirih Jakarta Pusat.
FKBN adalah Lembaga binaan Kemenhan RI dibawah Dirjen Pothan dan lembaga ini sebagai pengingat bagi tiap-tiap Warga Negara yang menyadarkan Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Hal Bela Negara.
Suwantoro mengungkapkan, “Saya sebagai penasihat yang juga mantan birokrat selalu memberi pandangan dalam segala kegiatan Forum Kader Bela Negara. Anggota kami lengkap dengan segala latar belakang yang mumpuni dan tiap anggota memiliki data base sehingga mudah dalam mengontrol serta memonitornya,” ujarnya.
Lanjut Taufik, “Pada prinsipnya saya mendukung dan siap mensupor segala kegiatan FKBN , ormas atau lembaga Ini tidak Asing buat saya. Anak Saya Taufan juga seorang Kader Bela Negara,” ujarnya.
Taufik berharap FKBN bermanfaat bagi anggota juga untuk semua lapisan masyarakat sehingga diperlukan metoda serta konsep yang kongkrit Untuk mendisai setiap program FKBN, sehingga menjadikan minat bagi kawula muda untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam kesiapan Bela Negara,” ucapnya.
Saat silahturahim berlangsung Widya juga , memberitahukan program yang akan dilaksanakan eksta kurikuler Pembinaan Kesadaran Bela Negara Insha Allah segera berlangsung.
Dudi mengungkapkan Bela Negara, harus dipahami bahwa warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara pada tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hal ini terjadi sejak seseorang lahir, tumbuh dewasa serta dalam upayanya mencari penghidupan,
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan landasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya,
karena Bela Negara tidak hanya mengenai tentang pelatihan aktivitas fisik layaknya seperti pendidikan saat ini seperti menjadi angkatan, namun dengan kita nengenal tentang lintas batas, kesukuan, kewilayaan yang dikemas dalam Wawasan Kebangsaan untuk menjaga Keutuhan NKRI,” tutup Dudi.
Widya menyampaikan, “Jadi makna dari bela Negara itu luas dan banyak contoh perilaku yang di dalamnya terkandung nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa menyatu sampai ke dalam sanubari pada diri seseorang.
FKBN dapat menjadi solusi untuk wadah dalam menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dapat menjadi sebuah solusi, untuk itu diharapkan anggota FKBN dapat menjadi contoh dalam Kesehariannya, sehingga Visi dan Misi FKBM menumbuhkan ideologi Negara dapat tersampaikan.
Sebagai contoh bentuk kegiatan edukasi yang akan di lakukan oleh FKBN adalah PKBN yaitu Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang pelaksanaanya akan di wali dari segmen Remaja di tingkat SMA dan SMK,” tutur Widya
M.Taufik menyarankan, ‘Agar dalam sosialisasi dan aksi FKBN melakukan kegiatan sederhana menggunakan materi dengan metode dan startegi dalam penyampaiannya yang terbaru disesuaikan gaya belajar dan zamannya. Kami pun sebagai wakil Rakyat punya Program SOSPERDA (Sosialisasi Peraturan Daerah) dan FKBN bisa tuh, jadi pelaksananya,” tutup Taufik
Reporter: Johan Sopaheluwakan















