Faktual.Net, SERANG – Inovasi UPT Puskesmas Ciruas melakukan vaksinasi keliling untuk para disabilitas ke desa-desa yang dipimpin langsung oleh Dr. Ari Widodo, selaku Kepala Puskesmas Ciruas, yang untuk kali ini bertempat di Desa Pulo Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang, Banten, sebanyak 82 disabilitas di desa Pulo mengikuti vaksin. Rabu (18/8/2021).
Sama halnya dengan vaksinasi yang dilakukan ditempat lainnya, sebelum para lansia di vaksin, tim kesehatan terlebih dahulu melakukan screening untuk mengetahui kelayakan vaksin atau tidak.
“Targetnya, kita akan melakukan vaksin sebanyak 93 orang di desa Pulo ini, ternyata hanya ada 82 orang saja dikarenakan adanya data ganda dan yang sudah meninggal. Dan kita akan melakukan vaksinasi keliling secara berkelanjutan ke setiap desa hingga semua disabilitas di kecamatan Ciruas ini mendapatkan vaksin,” ujar Dr. Ari saat diwawancara di kantor desa Pulo.
Target keseluruhan vaksin disabilitas sebanyak 423 orang, yang terbagi di 15 desa se kecamatan Ciruas. Vaksin yang digunakan ini adalah vaksin sinovam bukan sinovac, yang antara keduanya ini adalah sama, hanya saja yang berbeda adalah pempabrikannya saja.
“Jangan takut di vaksin, karena saya sendiri (Dr. Ari) sudah melakukan vaksin sebanyak 2 kali,” tegas Dr. Ari.
Senada dengan Dr. Ari, Pj kepala desa Pulo, H. Sudarman. SE, mengatakan, tidak ada hambatan dalam kegiatan vaksin keliling yang khusus untuk disabilitas ini, hanya saja, masyarakat sudah terdoktrin dengan isu-isu hoak terdahulu, sehingga ada sebagian masyarakat ada yang tidak mau melakukan vaksin.
“Untuk kegiatan vaksin ini, sudah kami sosialisasikan dan kami himbau ke para staf desa untuk disampaikan kepada masyarakat bahwa nanti di desa kita akan ada kegiatan vaksin,” tutur Ok Kades Pulo H. Sudarman.
Selain itu, Sudarman, mengatakan, jikalau masih ada saja masyarakat yang tidak mau di vaksin di kantor desa, akan dilakukan lagi cara jemput bola (jadi kita bersama tim kesehatan yang akan mendatangi masyarakat disabilitas tersebut).
“Iya, akan kita lakukan jemput bola (mendatangi rumah warga disabilitas), mungkin dengan jarak juga antara rumah dengan kantor desa dianggap jauh, jadi warga agak sedikit keberatan,” tambahnya.
(Oman)
















