Example floating
Example floating
Berita

Diduga Kurang Transparansi dan Sepelekan Prokes Ditengah Pemerintah Lakukan PPKM Darurat

×

Diduga Kurang Transparansi dan Sepelekan Prokes Ditengah Pemerintah Lakukan PPKM Darurat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Pekerjaan Proyek Pembangunan Intake Air Baku Kota Pekalongan dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang dikerjakan oleh PT. Mitrawardana dengan menggandeng CV. Patoya Indah sebagai Konsultan Supervisi ini diduga kurang transparan, Minggu (18/7/2021).

Pasalnya, Dalam pemasangan papan proyek yang terpasang diproyek tersebut tidak menunjukan keterbukaan informasi publik terkait berapa besaran anggarannya.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Bukan hanya itu saja, ditengah upaya Pemerintah Kabupaten Batang bersama TNI-Polri yang masih gencar-gencarnya mencegah dan mengangani Covid-19 dengan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat), malah terlihat beberapa pekerja proyek tak menggunakan Masker dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan (Prokes). Terkesan menyepelekan.

Dari awak media Faktual.Net, Liputan01.Com, dan Topik1 mendatangi lokasi kembali pada Jumat, (16/7/21) dengan tujuan konfirmasi langsung kepada Ketua Pelaksana Pekerjaan dilokasi untuk melengkapi sebuah pemberitaan yang sedang ramai diperbincangkan warga.

Namun ketika beberapa kali berusaha menemui dilokasi,  Kepala Pelaksana pekerjaan diduga tak mau menemui, dan seakan terkesan ada yang ditutup-tutupi.

Baca Juga :  Skandal Dugaan Penyimpangan Bansos di Manyampa, Warga Minta Audit Total dan Pengusutan Pihak Terkait

Wely selaku konsultan Supervisi menuturkan bahwa sejauh ini proyek berjalan sesuai jadwal, namun selebihnya Jono selaku pelaksana proyek yang paham betul tentang pekerjaan di lapangan.

“Jenengan disini dulu mas, saya panggilkan pak Jono selaku pelaksana proyeknya,” ujar Wely.

Beberapa media menunggu cukup lama namun tetap saja pelaksana proyek tetap tidak kunjung menemui.

Disisi lain media menemui salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya, mengeluh terkait pencemaran udara yang terjadi disebabkan karena adanya mobilitas dari kendaraan besar yang berlalu-lalang menuju kawasan proyek menyebabkan jalanan desa menjadi sangat berdebu dan bisa berdampak terhadap kesehatan warga terutama anak-anak.

“Jalan Desa menjadi berdebu, hal ini sangat disayangkan, karena bisa membuat pencemaran udara menjadi buruk dan ditambah dengan masih adanya wabah Covid-19. Hal ini menjadi sebuah kekawatiran warga,” tutupnya.

Hingga terbitnya berita yang diunggah oleh media Faktual.Net, Kepala pelaksana pekerjaan masih tetap belum bisa ditemui.

Tim/red

Tanggapi Berita Ini