Puisi Oleh La Ode Haeruddin
Faktual.Net, Sulawesi Tenggara. Pagi kini mulai menyapa siang, KM Bitokawa menjadi garuda penjarah waktu kali ini.
Buih bertaburan bak bunga ditaman tandus menjadi saksi rihlahku membentang samudra Tenggara.
Bentang samudra membelah lautan, kini aku kembali pulang menyaksikan indahnya bumi Tukang Besi.
Aku Anak Tenggara, pantang mundur untuk mengalah sebab kami tahu konsekuensi akan selalu ada selama raga masih dilekati roh.
Aku Anak Tenggara membawa khitah dari penguasa negeri ini untuk mengawal kesejahteraan menuju RevIn 4.0.
Wakatobi, 20 Desember 2018
La Ode Haeruddin Adalah Reporter Faktual.Net, Puisi Ini Ditulis Saat Perjalanan Kendari-Pulau Binongko (Wakatobi/Pulau Tukang Besi)
















