Faktual.Net, Muna, Sultra. Kebakaran pasar Laino menuai banyak polemik dan membuat IMM Muna angkat bicara.
Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Muna, La Ode Munazad, S.Si menyoroti kinerja PLN dan PEMDA Muna yakni Perindag, serta DAMKAR.
Ketum IMM Muna tersebut menilai ada kejanggalan dan ketidakseriusan pihak-pihak terkait sehingga pasar laino terbakar dan merugikan para pedagang dan masyarakat Muna selaku konsumen.
“Terbakarnya pasar laino adalah bukti ketidak seriusan Pemda, Perindag, Damkar, dan pihak terkait. Terbakarnya pasar laino bukanlah yg pertama kali. seolah para pedagang menjadi bulan-bulanan peristiwa kebakaran rutin ini.”ucapnya pada Faktual.net pada Sabtu, (06/06/2020).
“Saya sendiri berada di tempat kejadian saat api raksasa itu melahap kios-kios para pedagang. Subuh itu saya membantu tetangga saya yang juga merupakan kader IMM mengangkut barang dagangannya. Pemadam kebakaran seolah tak berkutik dan terkesan lamban dalam mencegah penyebaran api. Hal ini bukti ketidak siapan DAMKAR Muna dalam mengatasi bencana kebakaran seperti ini. Belum lagi respon PLN yang terlambat memutuskan arus listrik di area kejadian, sempat ada percikan pada kabel yg putus subuh itu. Hal Ini sangat membahayakan para pedagang yg berlarian menyelamatkan barang dagangannya dan dapat memicu penyebaran api yg lebih luas.” tambahnya
Ketum IMM Muna juga menilai ada kejanggalan atas peristiwa tersebut.
“Saya menilai kejadian ini cukup aneh, seperti ada kejanggalan. Sempat bercerita dgn para pedagang yang sedang berkerumun memandangi dagangannya terbakar saat kejadian itu. Beberapa pedagang mengatakan kalau mereka sudah di instruksikan pidah ke pasar baru sejak awal tahun 2020. Namun ada banyak pertimbangan yang menyebabkan mereka memilih menetap diantaranya para pedagang khawatir penghasilannya menurun akibat lokasi kios tidak diketahui langganan, kemudian kondisi bangunan yang menghawatirkan, dsb.”
“Setelah kejadian itu, Pemda yakni Orang tua kami Bupati Muna, disalah satu media yg saya baca menyatakan akan menyediakan konpensasi sebesar lima juta rupiah untuk setiap pedagang yang kiosnya terbakar dan pindah ke pasar baru. Menurut saya, jumlah itu tidaklah cukup untuk modal para pedagang di pasar. Kalau untuk pedagang online mungkin cukup Pak.” Ujarnya.
“Pedagang Laino tidak sendirian, Masyakat Muna tidak sendirian, IMM Muna akan terus mengawal. Kami berharap PEMDA dan pihak-pihak terkait dapat bertanggung jawab atas kejadian ini. disisi lain ini adalah musibah yang akan membangun nilai-nilai kepedulian atau memanusiaan.” Tutup Ketum IMM Muna.
Reporter : Husni
















